Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 08:48 WIB

Bermodal Tusuk Gigi, Pembobol ATM Kuras Rp24 Juta

Rabu, 31 Oktober 2018 | 16:33 WIB

Berita Terkait

Bermodal Tusuk Gigi, Pembobol ATM Kuras Rp24 Juta
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Sidoarjo - Empat orang pembobol mesin Anjungan Tunjangan M Mandiri (ATM) asal Lampung diringkus Satreskrim Polresta Sidoarjo, Rabu (31/10/2018). Komplotan ini kerap beraksi di Kabupaten Sidoarjo.

Keempat tersangka itu Feri Yandi (28) warga Desa Tanjungan RT 02 RW 01 Kec. Katibung Kab. Bandar Lampung, Joni Suhaimi (30) warga Jl. Imam Bonjol, Kel. Langka Pura, Bandar Lampung, Sandi (29) warga Dusun Tanjung Agung I, Desa Tanjung Agung Kec. Katibung Kab. Lampung Selatan dan Rusdi Ali (27) warga Desa Menggala Tengah Kec. Menggala Kab. Tulang Bawang, Lampung.

"Mereka berangkat ke sini (Sidoarjo) dengan menggunakan mobil bernopol B 1268 XX, yang juga kita sita sebagai barang bukti. Mereka kita tangkap di penginapan di kawasan Sedati," kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol M. Harris.

Modal yang digunakan komplotan ini adalah tusuk gigi dan kartu ATM yang telah diiris atau dikurangi ukuran lebarnya dengan menggunakan cutter. "Para pelaku bisa dengan mudah menguras isi tabungan korban," tandasnya.

Harris mengungkapkan, anggotanya melakukan penangkapan terhadap para pelaku setelah mendapat laporan dari korban Fuina (36) warga Perum Puri Surya Jaya, Desa Punggul, Kec. Gedangan.

Uang korban sebesar Rp24 juta dikuras habis oleh para pelaku. Sebelumnya, korban melakukan transaksi di ATM Indomart Perum Puri Surya Jaya, Gedangan. Saat itu ATM korban bermasalah, dan selanjutnya para tersangka berpura-pura membantu korban.

"Mereka menolong hanya modus untuk mengetahui pin ATM korban, lalu mengurasnya," ungkapnya.

Harris menambahkan, sebelum beraksi, para pelaku sudah mempersiapkan segala alat seperti kartu ATM dari berbagai bank, yang berbeda-beda nomor seri, yang sudah diiris sampingnya, gergaji besi kecil dan tusuk gigi. "Peralatan sudah dipersiapkan sebelumnya, seperti Kartu ATM yang sudah di modif," urainya.

Modus mereka dengan mencari target memilih mesin ATM yang sepi atau mesin ATM-nya cuma 1 unit. Dan kemarin mereka kebetulan mendapatkan korban di Indomart kawasan Puri Surya Jaya Cluster Atena, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

Keempat pelaku memilik peran masing-masing. Pertama ada satu pelaku yang tugasnya memasang tusuk gigi. Setelah tusuk gigi terpasang, ada 2 orang pelaku yang menunggu korban. Tak lama kemudian korban Fuina masuk, dan diikuti pelaku yang seolah-olah akan mengambil uang juga.

"Ketika korban mengeluarkan kartu dari dompet, di situlah pelaku menyiapkan kartu ATM yang mirip dengan milik korban," jelas Harris.

Setelah pelaku melihat korban panik, karena ATM korban tidak bisa dimasukkan ke mesin ATM. Pelaku menawarkan bantuan kepada korban. Saat korban sudah menyerahkan kartu ATM, di situlah pelaku menukar ATM korban.

"Dengan kecepatan tangan, pelaku menukar ATM korban dengan ATM yang sudah disiapkan oleh pelaku," ungkapnya.

Dan ketika ATM di masukkan oleh pelaku, ATM tersebut berhasil masuk. Karena ATM sudah masuk, giliran korban disuruh menombol nomer PIN. "Saat korban menombol nomer PIN, pelaku ikut melihat, namun korban tidak menyadari karena korban panik," tutur M. Harris.

Kejadian begitu cepat setelah nomer PIN ditombol oleh korban berulang-ulang, ATM tersebut tertelan oleh mesin ATM karena nomer PIN tidak cocok.

"Pelaku langsung menganjurkan korban menghubungi pihak bank," tuturnya.

Setelah korban pulang, para pelaku yang sudah mendapatkan ATM dan nomer PIN langsung menarik tunai saldo tabungan korban. "Setelah mendapat kartu ATM korban dan mengetahui PIN-nya, pelaku langsung kabur dan menuju mesin ATM yang lain," terangnya.

Dari ungkap kasus tersebut, petugas berhasil menyita beberapa barang bukti. Di antaranya satu unit mobil nopol B 1268 SIF, 8 kartu ATM yang berbeda-beda, tusuk gigi, cutter, gergaji besi dan uang sisa kejahatan Rp550 ribu.

"Pelaku yang meniru belajar dari Youtube itu akan dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun," pungkas Harris. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x