Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 08:50 WIB

Tukang Tato Tepergok Selundupkan Sabu ke LP Porong

Senin, 29 Oktober 2018 | 22:32 WIB

Berita Terkait

Tukang Tato Tepergok Selundupkan Sabu ke LP Porong
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Sidoarjo - Deni Hermawan (24) warga Dusun Plosokerep RT 01 RW 02 Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito dan Ade Sampurno (25) tukang tato asal Dusun Nglele RT 02/02 Kecamatan Sumobito Jombang ditangkap petugas Lapas Kelas l Surabaya di Porong.

Keduanya kepergok akan menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 16,24 gram dalam makanan ringan ke dalam Lapas Porong.

Saat diperiksa petugas, kedua pria bertato itu membawa kacang kulit garuda yang akan dikirim ke Irwanto atau Unyil temannya yang mendekam di Lapas Porong.

Kapolsek Porong Kompol Adreal Zaenar Abas mengatakan kedua menyelundupkan sabu ke Lapas Porong atas permintaan atau perintah Unyil. "Sabu-sabu itu di masukkan dalam kemasan kacang garuda, lalu ditutup lagi," katanya, Senin (29/10/18).

Adreal menambahkan, modus kedua pelaku tersebut telah di persiapkan dari rumah. Keduanya mengaku tidak tahu-menahu dengan sabu-sabu tersebut.

"Keduanya mengaku hanya di perintah oleh Unyil, untuk mengambil barang dari Surabaya, lalu ketemu di Mojokerto dan mengirimkan ke Lapas Porong. Tapi kasus ini terus kami kembanhkan siapa saja yang terlibat dan jaringan yang ada," tegasnya.

Menurut pengakuan kedua tersangka, bahwa mereka sudah sering mengirim sabu-sabu ke Irwanto dengan modus yang berganti-ganti. Namun pengiriman yang terakhir gagal, karena tertangkap petugas lapas.

"Mereka menyelundupkan sabu sebanyak 7 kali. Sudah 6 kali lolos dan terakhir ini gagal," ungkap Adreal menirukan pengakuan tersangka.

Kedua pelaku tersebut sekarang berada dalam wewenang Polsek Porong. Sedangkan untuk pengembangan jaringan diserahkan ke Satnarkoba Polresta Sidoarjo. Tersangka Ade memperoleh sabu dari orang Surabaya. Dan keduanya waktu transaksi di lakukan di Mojokerto.

Terpisah, Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo menjelaskan, kedua tersangka tidak mengenal orang Surabaya yang menyuplai barang haram tersebut.

Keduanya cuma di suruh ambil barang di Mojokerto dan di suruh mengirim ke Lapas Porong oleh Irwanto alias Unyil. "Apapun alasannya, kami tetus mengembangkan kasus ini," lanjutnya.

Sambung Sugeng, pihaknya akan melakukan mapping terhadap jaringan tersebut. Langkah yang dilakukan dengan hati-hati dan seksama setiap pengembangan, karena teman mereka sudah tertangkap.

"Pasti jaringan ini akan waspada karena temannya tertangkap. Ini adalah jaringan luar kota," pungkas Sugeng. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x