Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Februari 2019 | 12:05 WIB

OTT KPK, Siapa Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi?

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 25 Oktober 2018 | 07:02 WIB

Berita Terkait

OTT KPK, Siapa Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi?
Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra

INILAHCOM, Jakarta - Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dia diduga terkait kasus suap jual beli jabatan. Sunjaya diamankan bersama 6 orang oleh penyidik KPK.

Belum ada pernyataan resmi dari KPK terkait status dari orang nomor satu di Kabupaten Cirebon itu. Namun, KPK membenarkan ada kegiatan OTT di Kabupaten Cirebon Rabu (24/10/2018).

Ketua KPK Agus Rahardjo belum bisa memberikan penjelasan lebih rinci terkait penangkapan Sunjaya.

"Masih diperlukan pendalaman, besok (hari ini) akan dijelaskan dalam konferensi pers di KPK," katanya kepada INILAHCOM.

Meski belum ada pernyataan resmi KPK soal keterkaitannya, siapa sebenarnya sosok bupati ini jadi menarik ditelusuri. Berdasarkan penelusuran INILAHCOM lewat dunia maya diketahui berapa hal berikut.

Sunjaya Purwadi Sastra adalah Bupati Cirebon periode 2014 - 2019. Bersama wakilnya H. Tasiya Soemadi atau yang akrab biasa "Gotas", mereka berhasil memenangkan Pemilihan umum Bupati Cirebon 2013 yang berlangsung dua putaran.

Pada Pemilihan umum Bupati Cirebon 2013 Sunjaya maju sebagai calon Bupati Cirebon periode 2013 - 2018, ia didampingi oleh H. Tasiya Soemadi (Al Gotas) Ketua DPRD Kabupaten Cirebon yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon.

Mereka diusung oleh satu partai yaitu PDIP dengan jargon "JAGO-JADI". Pada pemilu bupati sebelumnya tahun 2008, ia juga maju menjadi calon Bupati Cirebon dari jalur Independen, namun gagal. Akhirnya pada Pemilu tahun ini, dia terpilih menjadi Bupati Cirebon.

Pada tanggal 19 Maret 2014 setelah penantian sekian lama akhirnya pasangan Sunjaya-Gotas resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan digelar dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Cirebon.

Pada tanggal 12 Oktober 2013 KPUD Kabupaten Cirebon melakukan rekapitulasi suara putaran pertama di Asrama Haji Watubelah Cirebon. Dari hasil rekapitulasi pemilihan Bupati Cirebon akan dilaksanakan dua putaran karena tidak ada satu pasangan calon yang meraih angka 30%.

Pasangan yang akan bersaing pada putaran kedua adalah pasangan Sunjaya - Gotas/Soemadi (Jago-Jadi) yang mendapatkan perolehan suara 27,89% pada putaran pertama, dan pasangan Heviyana bareng Rakhmat (Hebat) yang mendapatkan perolehan suara 20,24% pada putaran pertama.

Pada tanggal 4 Januari 2014 akhirnya dilakukan rekapitulasi suara Pemilihan Bupati putaran kedua, hasilnya pasangan Sunjaya"Gotas memenangi pemilihan Bupati dan menjadi Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk periode 2013 - 2018 dengan perolehan suara 403.933 (53,43 %) mengalahkan pasangan Heviyana-Rakhmat yang mendapatkan perolehan suara 352.056 (46,57 %).

Pada tanggal 19 Maret 2014 setelah sekian lama akhirnya pasangan Sunjaya-Gotas resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan digelar dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Cirebon

Terkiat latar belakang pendidikan, berdasarkan situs wikipedia tercatat, Sunjaya sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Beberan dan melanjutkan SMPN tersebut, Sunjaya langsung melanjutkan ke jenjang berikutnya Madrasah aliyah Negeri Babakan Ciwaringin sambil mesantren di PON PES Miftahul Muta'alimin Babakan Ciwaringin.

Keadaan ini menjadi ujian kemandirian Sunjaya remaja, karena berpisah lagi dengan Bapak, Ibu dan Saudara-saudaranya selama mencari ilmu di pesantren. Hal ini membuat Sunjaya kurang begitu dekat hubungannya dengan keluarganya.

Selepas lulus dari MAN Babakan Ciwaringin, Sunjaya melanjutkan kuliah Pada program Diploma III di Universitas Indonesia (UI). Pada masa-masa kuliahpun ujian dan perjuangan yang sangat berat masi selalu mengikuti arahnya, di mana orangtua dan saudara-saudaranya tidak ada yang menyetujui Sunjaya melanjutkan kejenjangkuliah, sehingga Sunjaya harus berjuang sendiri dalam menggapai cita-citanya tanpa dorongan dan bantuan keluarga.

Pertama kali berangkat kuliah Sunjaya hanya bermodalkan niat yang besar dan tulus serta materi yang hanya sebesar Rp. 100.000dan berhasil menyelesaikan kuliahnya selama 3 (tiga) tahun.

Saat ayahnya (Bapak Kuwu Sobana) meninggal dunia tidak ada yang memberi tahu. Itu terjadi pada tahun 1985 dan saat itu Sunjaya baru menginjak tingkat II. Pada tahun berikutnya Sunjaya di wisuda sebagai tanda lulus kuliah Diplomanya (D3) Pada Universitas Indonesia (UI).

Setelah itu Sunjaya menyelesaikan S2 bidang manajemen dan S2 bidang Sosial Politik di Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Pada tanggal 10 April 2017, Sunjaya berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor ilmu pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Sunjaya Purwadisastra dinyatakan lulus dengan predikat cum laude dengan disertasi berjudul "Pengaruh Reformasi Birokrasi Tatalaksana, Profesionalisme dan Strategi terhadap Inovasi Daerah Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat." [hpy]

Komentar

x