Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 23:26 WIB

Bendera Tauhid Dibakar, Polri: Jangan Terprovokasi

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 23 Oktober 2018 | 10:52 WIB

Berita Terkait

Bendera Tauhid Dibakar, Polri: Jangan Terprovokasi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Polri meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi pasca pembakaran bendera berkalimat tauhid oleh ormas Banser di Garut, Jawa Barat.

"Masyarakat khususnya umat Islam jangan terprovokasi adu domba pecah belah pada satu sisi yang belum jelas informasinya," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudho Wisnu Andiko saat dihubungi, Selasa (23/10/2018).

Truno mengatakan Polisi dalam hal ini Polres Garut sudah menggelar pertemuan dengan tokoh ulama dan MUI setempat untuk membicarakan masalah ini. Baik polisi maupun ulama sepakat untuk menahan diri agar tidak ada gesekan pasca pembakaran bendera berkalimat tauhid.

"Polres Garut telah bersinergi dengan para tokoh ulama dan MUI. Sudah dilakukan pertemuan dan sepakat agar kasus ini tidak melebar kemana-mana," ucap Truno.

Sebelumnya video pembakaran bendera tauhid itu viral di medsos dengan keterangan oknum anggota Banser yang membakar. Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil mengakui adanya peristiwa pembakaran bendera tauhid tersebut di Garut. Namun dia mengklaim bendera tauhid tersebut dibakar karena merupakan bendera milik Hizbut Tahrir Indonesia.

"Saya sudah cek teman-teman di Garut, tempat di mana pembakaran itu terjadi. Sudah saya tanyakan juga ke pengurus di sana, teman-teman yang membakar itu melihat bendera tersebut sebagai bendera HTI. Saya mencoba memahami dari sudut pandang yang berbeda bahwa apa yang dilakukan teman-teman itu adalah upaya menjaga kalimat tauhid. Jika bukan bendera yang ada tulisan tauhidnya, bisa jadi, oleh mereka tidak dibakar, tetapi langsung buang saja ke comberan," kata Yaqut dalam keterangannya, Senin (22/10).

"Membakar bendera yang ada tulisan kalimat tauhid tersebut, hemat saya, teman-teman ingin memperlakukan sebagaimana jika mereka menemukan potongan sobekan mushaf Alquran. Mereka akan bakar sobekan itu, demi untuk menghormati dan menjaga agar tidak terinjak-injak atau terbuang di tempat yang tidak semestinya. Saya sudah peringatkan ke kader di bawah, untuk tidak lagi melakukan pembakaran bendera apapun. Jika memang menemukan bendera-bendera tersebut, sudah saya perintahkan juga untuk diserahkan kepada aparat keamanan saja. Tidak boleh lagi ada pembakaran-pembakaran seperti kejadian di Garut itu, meskipun kami memahami kenapa kader melakukan tindakan tersebut," sambung dia.

Polisi sendiri telah mengamankan 3 orang pasca pembakaran bendera berkalimat tauhid itu. Ketiganya masih berstatus saksi dan masih menjalani pemeriksaan secara intensif. [rok]

Komentar

Embed Widget
x