Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 08:45 WIB

Dibantu KPK dan Kejaksaan

Anies Bisa Usut Pengemplang Pajak Lewat Reklame

Oleh : Ray Muhammad | Minggu, 21 Oktober 2018 | 04:00 WIB

Berita Terkait

Anies Bisa Usut Pengemplang Pajak Lewat Reklame
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diharapkan mampu memanfaatkan secara maksimal keterlibatan KPK serta aparat kepolisian dan Kejati DKI Jakarta dalam operasi penertiban reklame di Ibukota.

Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna menilai, sangat memungkinkan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan perusahaan pemilik bangunan reklame sehingga berani melanggar aturan tata kota hingga tidak membayar pajak.

Pelanggaran hukum yang bisa diusut oleh Anies melalui bantuan KPK, menurutnya mulai dari menelusuri siapa yang memberikan izin pemasangan reklame tersebut hingga dugaan pengemplangan pajak yang dilakukan perusahaan yang bersangkutan.

"Artinya, titik yang dipasang itu mereka (perusaahaan reklame) punya izin dari siapa. Itu kan, indikasi korupsi juga. Mengemplang pajak, sebutkan saja. Kalau dia melanggar, mengemplang kewajiban dan kalau ada indikasi kerugian negara sampaikan saja," kata Yayat kepada INILAHCOM, Jakarta, Sabtu (20/10/2018).

Ia menambahkan, jika ditemukan adanya indikasi korupsi yang dilakukan maka KPK bisa saja menyelidik dugaan kelalaian hingga kesengajaan yang dilakukan pemilik perusahaan dalam membayarkan pajak mereka.

"Bisa saja ada satu kelalalian pemilik perusahaan ini. Aa ada unsur kesengajaan atau tidak? Apalagi reklame masuk pendapatan Pemprov DKI juga. Kalau memang ada unsur kesengajaan, panggil dan tangkap oleh KPK. Periksa apa ada unsur kesengajaan, sehingga tidak membayar pajak lama," ujarnya.

Sementara itu,dari pihak kepolisian dan kejaksaan bisa menelusuri kemungkinan adanya kerugian negara yang dilakukan perusahaan pemilik reklame karena tak membayar kewajiban pajak.

"Kalau ada, nanti kejaksaan juga berperan dalam rangka berhasil menekan kerugian negara, selesai. Anies nggak usah capai-capai menaikkan rating lagi," tandasnya. [rym]

Komentar

Embed Widget
x