Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 21:29 WIB

Masa Tanggap Darurat Bencana Palu Selesai,

Masih Ada Warga Belum Dapat Bantuan

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:51 WIB
Masih Ada Warga Belum Dapat Bantuan
Korban Tsunami dan Gempa Bumi 7,4 Skala Richter menunaikan ibadah sholat jum'at di Halaman Masjid Agung Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah - (Foto: Inilahcom/Didik Setiawan)

INILAHCOM, Jakarta - Masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, akan berakhir pekan ini. Vice president of communication network aksi cepat tanggap (ACT) Iqbal Setyarso menyebut masih ada warga yang belum tersentuh bantuan.

"Kita masih mendengar ada warga yang belum dapat (bantuan). Problemnya, warga ngga bergerak dari rumahnya mencari bantuan. Mungkin karena kondisi jadi mereka lebih baik menunggu dirumah mendapat bantuan," kata Iqbal dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (20/10/2018).

Meski situasi di Palu, Donggala dan Sigi sudah berangsur normal, relawan kekusahan karena terjadi eksodus besar-besaran.

"Relawan disini (lokal) itu agak susah. Eksodus besar-besaran, warga dari Palu yang keluar kota itu menjadi salah satu yang menyulitkan kita. Karena mereka yang eksodus itu mereka yang tidak terdampak gempa, tapi karena takut jadi ya mereka pindah dulu," ujar Iqbal.

Sementara itu, Koalisi #SultengBergerak Ridha Saleh mengatakan saat ini timnya tengah fokus terhadap rehabilitasi pembangunan fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah. Ia menjelaskan menggandeng pihak kelurahan yang terdampak parah untuk menjadi jembatan komunikasi dengan warga yang butuh bantuan.

"Apa yang dilakukan oleh koalisi yaitu audit bangunan fasilitas umum seperti RS , sekolah. Lalu mengaktifkan wilayah-wilayah penyanggah, kelurahan-kelurahan yang tidak terdampak bisa diaktifkan, bisa menjadi konsolidasi atau jembatan bantuan ke masyarakat," ucap dia.

Tak hanya itu, Ridha menambahkan pihaknya juga tengah menggalakan untuk bersih dari sampah. Bekas puing-puing bangunan akibat gempa dan tsunami perlu dibersihkan agar tak terjangkit penyakit di kemudian hari.

"Ketiga itu penyakit yakni terdampak dari sampah, itu juga kita lakukan, keempat stimulan sudah menggagas rencana tata ruang," terang dia. [rok]

Komentar

x