Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 03:55 WIB

Dugaan Suap Izin Meikarta

KPK Temukan Uang Ratusan Juta di Rumah Neneng

Oleh : Ivan Setyadi | Kamis, 18 Oktober 2018 | 15:06 WIB

Berita Terkait

KPK Temukan Uang Ratusan Juta di Rumah Neneng
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang ratusan juta rupiah di kediaman Bupati Bekasi Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yason (NHY).

Uang disita karena diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta di Bekasi.

"Uang rupiah dan Yuan dalam jumlah lebih dari Rp100 juta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (18/10/2018).

KPK kata Febri, akan menyelediki asal usul uang tersebut kepada Neneng saat ada jadwal pemeriksaan.

Sejumlah dokumen penting juga ikut diamankan penyidik dari rangkaian penggeledahan di beberapa lokasi tadi malam. Lokasi yang digeledah di antaranya, kantor Bupati Bekasi, kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi serta kantor PT Lippo Karawaci Tbk, di Menara Matahari, Tangerang, Banten.

Kemudian, Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi.Teranyar, penyidik menggeledah kediaman CEO Lippo Group James Riady.

Sebelum kediaman James Riady, penyidik lebih dulu menggeledah empat lokasi yakni kantor dan rumah dinas Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yason (NHY), kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi serta kantor PT Lippo Karawaci Tbk, di Menara Matahari, Tangerang, Banten.

KPK sebelumnya menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS) sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

Bersama Neneng dan Billy, penyidik juga ikut menetapkan tujuh tersangka lain. Mereka di antaranya, dua konsultan Lippo Group yaitu Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

Dalam kasus ini, Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga telah menerima hadiah atau janji dari Lippo Group terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Proyek yang akan digarap itu seluas 774 hektar dan dibagi dalam tiga tahapan.

Sejauh ini pemberian yang telah terealisasi untuk Neneng Hasanah dan anak buahnya sebanyak Rp7 miliar. Uang itu diberikan Lippo Group kepada Neneng Hasanah melalui para kepala dinas.[jat]

Komentar

Embed Widget
x