Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Februari 2019 | 17:38 WIB

Mau Jadi Parpol Modern? CALD Rekomendasi ke PDIP

Kamis, 18 Oktober 2018 | 12:14 WIB

Berita Terkait

Mau Jadi Parpol Modern? CALD Rekomendasi ke PDIP
(Foto: inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Jakarta - PDI Perjuangan mendapat pujian dari delegasi Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) sebagai partai politik tertua namun berhasil membangun dirinya menjadi partai politik yang dibangun untuk kalangan milenial.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara delegasi CALD dengan DPP PDI Perjuangan di kantor pusatnya, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (18/10). Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto memimpin tim PDIP yang menerima delegasi, bersama sejumlah politisi muda partai itu. Diantaranya Putra Nababan dan Hanjaya Setiawan.

Sementara delegasi CALD dipimpin oleh Sekjen CALD Khun Kiat Sittheeamon. Delegasi itu berjumlah lebih dari 25 orang, diantara termasuk Daniel Shum dan Ted Hui Chih-Fung, anggota Parlemen termuda dari Parlemen Hong Kong.

Hasto menjelaskan, pendiri bangsa sekaligus pendiri PDIP, Soekarno, sudah sejak awal membangun visi soal pentingnya anak muda sebagai kekuatan bangsa. Bung Karno menyatakan 'seribu orang tua hanya bisa bermimpi, namun seorang anak muda bisa merubah dunia', kata Hasto.

Karena itulah PDIP selalu konsisten mempersiapkan kader muda di partai, membangun anak muda Indonesia menjadi kekuatan potensial negara.

"Ketua Umum kami, Ibu Megawati, selalu konsisten mendorong orang-orang muda untuk menjadi calon pemimpin, baik dalam menjalankan tugas partai, maupun untuk negara," kata Hasto.

Dalam konteks kemasyarakatan, kata Hasto, berbagai survei belakangan menunjukkan PDIP adalah parpol yang paling disukai di kalangan milenial. PDIP mendapat 23,9 persen suara, sementara parpol yang di urutan kedua memperoleh 11,2 persen suara.

"Bagaimana kami melakukannya?" kata Hasto.

Dia lalu menjelaskan bahwa karakter milenial adalah inovasi dan kreativitas. Kebanyakan tak mau beraktivitas dengan gaya lama. Maka PDIP mewujudkannya lewat membangun lingkungan yang progresif inovatif.

"Progresif inovatif itu adalah karakter utama PDIP. Kami selalu berinovasi untuk memastikan partai kami bisa beradaptasi dengan tantangan baru," ujar Hasto.

Itu sebabnya PDIP, secara keorganisasian, PDIP bahkan diganjar sertifikasi IS0 9001. PDIP juga membangun sistem organisasi digital. Wujudnya dari penerimaan kader secara digital, psikotes digital, metode pembayaran digital, hingga membangun big data kader, simpatisan, hingga jejaring influencer.

Hal itu masih ditambah lagi dengan kekuatan kader-kader muda partai yang berhasil didudukkan menjadi pemimpin nasional maupun daerah. Sosok seperti Jokowi, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, dan lain-lain.

"Kami percaya, kepemimpinan muda yang kami bangun di partai, dan menjadi pemimpin nasional maupun daerah ini, berkontribusi banyak bagi popularitas PDIP di kalangan milenial. Anak-anak milenial ini suka gaya PDIP yang inovatif dan kreatif," beber Hasto.

Saat sesi dialog dan tanya jawab, semua delegasi CALD yang berbicara menyampaikan pujiannya kepada demokrasi di Indonesia dan PDIP yang berhasil menjadi simbol demokrasi di Indonesia.

Sekjen CALD, Khun Kiat Sittheeamon, bahkan menyampaikan pujiannya secara terbuka kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto atas kemampuan membangun PDIP sebagai partai modern.

"PDIP memang partai tertua. Tapi tampaknya, bagi saya, anda membangun partai ini untuk kaum milenial. Saya berani katakan, jika anda ingin melihat bagaiamana manajemen parpol yang bagus, datanglah kemari, ke PDIP," kata Kiat.

Sebagai orang partai politik di Thailand, Mr.Kiat menyatakan dirinya paham benar bagaimana sulitnya menjalankan manajemen partai politik. Sementara jika melihat PDIP, Kiat mengaku sangat impresif.

"Kami memberi selamat kepada PDIP karena telah melakukan pekerjaan fantastis ini. Bagi saya, PDIP adalah contoh progresif dan inovatifnya partai politik. Kami yakin PDIP adalah parpol paling modern di Indonesia saat ini," ujar Kiat.

Kiat sendiri mengaku akan membawa hasil pembelajarannya dari kunjungan ke PDIP, untuk diimplementasikan di parpolnya sendiri. "Saya kagum dengan cara-cara anda membangun ideologi dan kedekatan. Lewat lagu dan budaya. Saya akan kembali dan menggunakan lagu untuk membangun ikatan ideologi diantara kami," ujarnya.

Delegasi CALD ini selanjutnya akan melanjutkan perjalanan ke Jawa Tengah. Namun sebelum berangkat, Hasto dan jajarannya menjamu para delegasi untuk makan bersama. Menunya adalah soto dan nasi liwet. Tampak Hasto Kristiyanto secara aktif memperkenalkan serta menjelaskan makanan khas Indonesia itu.

"Dalam upaya membangun tatanan dunia baru, PDI Perjuangan tidak hanya membangun dialog dengan seluruh Partai di dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Kami selalu menerima baik mereka yang datang ke kantor PDIP," pungkas Hasto.

CALD adalah jaringan partai politik di Asia yang bersama-sama membangun forum bersama untuk berdiskusi dan bertukar pikiran secara dinamis demi memajukan demokrasi, HAM, dan supremasi hukum. Dibentuk tahun 1993, CALD beranggotakan partai politik, diantaranta dari Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Filipina, Sri Langka, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. [rok]

Komentar

x