Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 23:27 WIB

Dewan Pers Akan Panggil IndonesiaLeaks

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Minggu, 14 Oktober 2018 | 16:06 WIB
Dewan Pers Akan Panggil IndonesiaLeaks
Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Dewan Pers akan memanggil media yang tergabung dalam IndonesiaLeaks pekan depan untuk dimintai pandangannya terkait hasil berita investigasi dugaan aliran dana ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan sejumlah pejabat lainnya.

"Minggu depan ada janji ketemu dengan teman-teman di IndonesianLeaks," kata Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo saat dikonfirmasi, Minggu (14/10/2018).

Stanley mengatakan orang-orang yang tergabung dalam IndonsiaLeaks merupakan wartawan senior. Karena IndonesiaLeaks sudah menjadi sorotan, pihaknya ingin mengetahui penjelasan langsung dari wartawan IndonesiaLeaks.

"Setahu saya itu adalah teman-teman yang profesional yang jam terbangnya cukup sebagai wartawan investigasi, mereka menjadi wartawan bukan hanya 3 atau 5 tahun tapi lebih dari itu. Kebanyakan dari mereka pernah mengikuti workshop internasional terkait investigasi dan bisa menggunakan tata crowd itu untuk mengolah," ujarnya.

Hanya saja, kata Stanley, masalahnya adalah banyak pihak yang merasa menyesalkan IndonesiaLeaks karena momentumnya bertepatan dengan politik.

"Sehingga isu yang diangkat itu kemudian digunakan untuk politic momment oleh kelompok-kelompok yang kemudian menggunakan berita itu, terutama karena menyebut para petinggi Polri terlibat. Nah, kami akan bertemu dan berdiskusi," jelas dia.

Stanley mengaku yakin apa yang dipublikasikan oleh IndonesiaLeaks adalah produk jurnalistik. Sebab, orang-orang yang tergabung dalam IndonesiaLeaks merupakan wartawan yang medianya kredibel dan terverifikasi di Dewan Pers.

"Cuma saya yakin itu adalah produk jurnalistik karena data back up informasi, karena ini diambil kapan, karena sumbernya disebutkan secara detail," katanya.

Stanley mengatakan Dewan Pers nanti akan meminta penjelasan dari pihak IndonesiaLeaks. Sebab, orang-orang yang merasa dirugikan oleh pemberitaan IndonesiaLeaks disebut akan melapor ke Dewan Pers.

"Kami ingin meminta klarifikasi itu juga bagaimana liputan itu dibuat, karena pasti kemudian pihak yang merasa dirugikan akan mengadu kepada Dewan Pers kan. Kami harus punya pengetahuan yang khusus," katanya.

Pemberitaan IndonesiaLeaks mencuat beberapa pekan terakhir, karena menyebut adanya dugaan aliran dana yang mengalir ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan sejumlah pejabat lain dalam kasus dugaan korupsi daging import sapi dengan tersangka Basuki Hariman. Kasus korupsi itu ditangani oleh KPK.

Selain menyebut Tito dan sejumlah pejabat menerima aliran dana, IndonesiaLeaks juga dalam investigasinya menduga adanya perusakan barang bukti oleh 2 penyidik KPK yang merupakan anggota Polri. Barang bukti itu disebut sebagai 'buku merah' berisi transaksi keuangan kasus korupsi itu.[ris]

Komentar

x