Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 11:21 WIB

Andi Arief Sebut Prabowo Kurang Serius

Kritik Andi Dianggap Wakili Pendukung Prabowo

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 14 Oktober 2018 | 08:01 WIB

Berita Terkait

Kritik Andi Dianggap Wakili Pendukung Prabowo
Politikus Partai Demokrat Didik Mukrianto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Didik Mukrianto menilai kritik yang dilayangkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief kepada Capres Prabowo Subianto adalah oto kritik yang konstruktif.

"Oto kritik yang konstruktif, tentu akan menjadi bagian masukan dan saran yang wajib didengar, dievaluasi dan dilaksanakan dalam sebuah design kemenanganm," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (13/10/2018).

"Justru jangan semua pendukung menyesuaikan irama meskipun realitanya beda," sambungnya.

Ia bahkan menilai pada dasaranya kicauan Andi secara tidak langusng mewakili hati nurani Andi dan juga seluruh pendukung Prabowo-Sandi. Semua pendukung ingin pasangan ini menang dalam pertarungan politik Pilpres 2019.

"Saya memandang yang dilakukan Bang Andi, mewakili isi hati Bang Andi dan sebagian pendukung Prabowo-Sandi yang benar-benar ingin memastikan Prabowo-Sandi memenangkan Pilpres 2019," ulasnya.

Sebagaimana diberitakan, Andi Arief menyuarakan kritikan kepada Calon Presiden no 02 Prabowo Subianto yang diusung Partainya. Lewat akun twitternya, Andi menyebut Prabowo kurang serius menghadapi Pilpres 2019. Prabowo dianggap kurang aktif untuk berkampanye keliling Indonesia.

Berikut rangkuman kicauan Andi Arief dikutip INILAHCOM

"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden.

"Pilpres itu memilih Presiden, jadi kalau Pak Prabowo tidak mau keliling indonesia Aktif, gak ada rumus ajaib untuk menang. Kalau Pak Prabowo agak males2an, kan gak mungkin partai pendukungnya super aktif"

"Pasti banyak yang gak suka soal kriik saya atas males2an Pak Prabowo keliling aktif ke Indonesia ini. Tapi percayalah kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas?"

"Enam bulan adalah waktu yang terlalu pendek dalan politik. Pak Prabowo harus keluar dari sarang kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yg sulit ini. Sekian kritik saya"

"Mumpung partai2 pendukung Pak Jokowi sibuk untuk lolos PT ketimbang urus Pak Jomowi, harusnya Pak Prabowo aktif keliling, menembus Indonesia mendulang suara. Hanya dengan bertemu rakyat maka pintu istana akan terbuka," tulisnya" [hpy]

Komentar

x