Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 11:16 WIB

PKS Akui Sebagai Penantang Harus Kerja Lebih Keras

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 14 Oktober 2018 | 06:03 WIB

Berita Terkait

PKS Akui Sebagai Penantang Harus Kerja Lebih Keras
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta menilai kicauan Wasekjen Demorat Andi Arief di Twitter tentang dugaan Capres Prabowo Subianto kurang serius di Pilpres hanya sekedar pemicu semangat. Sekaligus pengingat kalau tim Prabowo harus bekerja lebih keras lagi.

"Sebagai penantang, memang harus bekerja lebih keras," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (13/10/2018).

Ia mengaskan, tim sukses Prabowo Subianto akan menganggap ini sebagai cambuk untuk mengoptimalkan mesin partai untuk terus bersosialisasi dan berupaya merebut perhatian dan suara rakyat.

"Harus kerja lebih keras dan lebih cerdas untuk meyakinkan dan meraih simpati serta dukungan masyarakat," ulasnya.

Sebagaimana diberitakan, Andi Arief menyuarakan kritikan kepada Calon Presiden no 02 Prabowo Subianto yang diusung Partainya. Lewat akun twitternya, Andi menyebut Prabowo kurang serius menghadapi Pilpres 2019. Prabowo dianggap kurang aktif untuk berkampanye keliling Indonesia.

Berikut rangkuman kicauan Andi Arief dikutip INILAHCOM

"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden.

"Pilpres itu memilih Presiden, jadi kalau Pak Prabowo tidak mau keliling indonesia Aktif, gak ada rumus ajaib untuk menang. Kalau Pak Prabowo agak males2an, kan gak mungkin partai pendukungnya super aktif"

"Pasti banyak yang gak suka soal kriik saya atas males2an Pak Prabowo keliling aktif ke Indonesia ini. Tapi percayalah kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas?"

"Enam bulan adalah waktu yang terlalu pendek dalan politik. Pak Prabowo harus keluar dari sarang kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yg sulit ini. Sekian kritik saya"

"Mumpung partai2 pendukung Pak Jokowi sibuk untuk lolos PT ketimbang urus Pak Jomowi, harusnya Pak Prabowo aktif keliling, menembus Indonesia mendulang suara. Hanya dengan bertemu rakyat maka pintu istana akan terbuka," tulisnya" [hpy]

Komentar

x