Find and Follow Us

Senin, 22 April 2019 | 14:31 WIB

Cuitan Andi Arief Bukan Kebijakan Partai

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 14 Oktober 2018 | 03:06 WIB
Cuitan Andi Arief Bukan Kebijakan Partai
Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari merespon soal cuita Wasekjen Demokrat Andi Arief yang menyebut Capres Prabowo Subianto terkesan tidak serius dalam mengahadapi Pilpres 2019.

"Saya kira itu tidak menjadi policy atau kebijakan partai. Itu pendapat pribadi dia di Twitter," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (13/10/2018).

Ia juga menambahkan, bukan porsinya untuk menyampaikan apa yang akan menjadi respon atau putusan Partai terkait akselerasi Andi Arief ini. Menurutnya putusan itu ada di jajaran pimpinan.

"Saya kira itu biarlah pimpinan. Karena beliau wasekjen, maka sekjen dan pimpinan yang akan menurunkan. Akan ada mekanisme internal yang akan menyelesaikan persoalan itu," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Andi Arief menyuarakan kritikan kepada Calon Presiden no 02 Prabowo Subianto yang diusung Partainya. Lewat akun twitternya, Andi menyebut Prabowo kurang serius menghadapi Pilpres 2019. Prabowo dianggap kurang aktif untuk berkampanye keliling Indonesia.

Berikut rangkuman kicauan Andi Arief dikutip INILAHCOM

"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden.

"Pilpres itu memilih Presiden, jadi kalau Pak Prabowo tidak mau keliling indonesia Aktif, gak ada rumus ajaib untuk menang. Kalau Pak Prabowo agak males2an, kan gak mungkin partai pendukungnya super aktif"

"Pasti banyak yang gak suka soal kriik saya atas males2an Pak Prabowo keliling aktif ke Indonesia ini. Tapi percayalah kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas?"

"Enam bulan adalah waktu yang terlalu pendek dalan politik. Pak Prabowo harus keluar dari sarang kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yg sulit ini. Sekian kritik saya"

"Mumpung partai2 pendukung Pak Jokowi sibuk untuk lolos PT ketimbang urus Pak Jomowi, harusnya Pak Prabowo aktif keliling, menembus Indonesia mendulang suara. Hanya dengan bertemu rakyat maka pintu istana akan terbuka," tulisnya" [hpy]

Komentar

x