Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 08:40 WIB

Depresi, Pria Ini Beri Informasi Bohong Kebakaran

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 21:21 WIB

Berita Terkait

Depresi, Pria Ini Beri Informasi Bohong Kebakaran
(Foto: beritajatim)

INILACOM, Bojonegoro - Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro mengamankan pelaku yang memberikan informasi bohong terkait adanya kebakaran di Desa Drajat, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kebakaran, Dinas pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, Sukirno mengatakan saat itu ada laporan kebakaran di Desa Drajat, Kecamatan Baureno, kepada nomor kontak Dinas Pemadam Kebakaran Pos Damkar Baureno.

Setelah mendapati laporan tersebut, Dinas Damkar Pos Baureno mengirimkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian sesuai yang dilaporkan pelaku. Namun saat di lokasi, petugas tidak mendapati peristiwa sesuai laporan.

"Kepala desa dan warga setempat menerangkan bahwa di desanya saat itu tidak terjadi kebakaran, sehingga petugas kembali lagi," ujar Sukirno.

Selanjutnya petugas pemadam yang merasa tertipu menghubungi nomor pelapor untuk diajak bertemu. Saat menghubungi pelaku, petugas pemadam mengaku sebagai orang lain. Hingga akhirnya pelaku mau bertemu dengan petugas di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno.

"Petugas yang lainnya bersiap-siap untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku, hingga akhirnya pelaku dapat diamankan," jelasnya, Sabtu (13/10/2018).

Pelaku yang telah mengakui perbuatannya dibawa ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian. "Setelah itu kita serahkan ke Polres Bojonegoro untuk proses selanjutnya," kata Sukirno.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Daky Dzulqarnain mengatakan, pelaku berinisial ARS (20) warga Desa Drajat Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro.

Setelah dilakukan penyidikan oleh petugas, ternyata pelaku diketahui menderita depresi berat atau gangguan kejiwaan, sehingga oleh penyidik, yang bersangkutan diserahkan kembali kepada orang tuanya. "Setelah dilakukan penyidikan, ternyata pelaku diketahui mengalami depresi berat atau keterbelakangan mental," terangnya.

Kepala desa setempat bersama orang tuanya yang turut hadir dalam proses penyidikan tersebut membenarkan bahwa pelaku mengalami depresi berat atau gangguan syaraf. Kepala desa juga membuat surat keterangan terkait kondisi pelaku yang menderita keterbelakangan mental. "Kepala desanya menjamin pelaku akan dikasih rekomendasi untuk rujukan rawat kejiwaan." jelas Daky. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x