Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 15:26 WIB

Pelarian Eddy Sindoro Hingga Akhirnya Menyerah

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 12 Oktober 2018 | 19:11 WIB

Berita Terkait

Pelarian Eddy Sindoro Hingga Akhirnya Menyerah
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sebelum menyerahkan diri hari ini (Jumat 12/10), Eddy Sindoro, Chairman PT Paramount Enterprise Internasional rupanya sudah pernah dibawa pulang ke Indonesia.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, menyebut bahwa Eddy memang kabur sejak namanya dikaitkan dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Eddy cukup licin dalam pelatiannya menghindari jerat KPK. Eddy sudah menghilang sejak dipanggil sebagai saksi dalam kasus tersebut, pada Mei 2016. Saat itu dua panggilan penyidik KPK tak digubris Eddy tanpa keterangan yang jelas.

"Mei 2016 KPK dua kali memanggil ESI untuk diperiksa sebagai saksi, namun ESI tidak hadir tanpa keterangan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers, di Gedung KPK, Jumat (12/10/2018).

Setelah itu, kata Saut, pihaknya menetapkan Eddy sebagai tersangka pada sekitar November 2016. Menurut Saut, pihaknya pun kembali melayangkan surat panggilan kepada Eddy untuk diperiksa selaku tersangka.

"Namun, ESI tidak hadir tanpa keterangan," ujarnya.

Saut menyatakan setahun kemudian, atau sekitar November 2017, Eddy terlacak dan diduga mencoba melakukan perpanjang paspor Indonesia di Myanmar.

Sejak akhir 2016 hingga 2018, Eddy diduga berpindah ke sejumlah negara, mulai dari Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Myanmar. Menurut Saut, pihaknya kemudian meminta nama Eddy masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), pada akhir Agustus 2018.

"Pada 29 Agustus ESI dideportasi untuk dipulangkan ke Indonesia," kata Saut.

Namun, kata Saut ketika tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada 29 Agustus 2018, Eddy justru kembali terbang menuju Bangkok, Thailand. Saut menduga kepergian Eddy ke Bangkok, tanpa melalui proses Imigrasi.

Selang dua bulan, Eddy ternyata berada di Singapura. Pagi hari waktu Singapura, Eddy lantas menyerahkan diri melalui Atase Kepolisian RI di Singapura. Tim KPK pun langsung menjemput Eddy dan membawa ke markas KPK.[jat]

Komentar

Embed Widget
x