Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 02:42 WIB

Bawaslu Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu

Oleh : Fadhly Zikry | Jumat, 12 Oktober 2018 | 18:23 WIB

Berita Terkait

Bawaslu Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta, Puadi menemui Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz, Jumat (12/10/2018). Kedatangannya untuk melaporkan sejumlah pelanggaran pemilu di Ibukota.

"Jadi ada beberapa wilayah yang menjadi dugaan penanganan pelanggaran Pemilu. Pertama tadi kami sampaikan yang pertama yang di Jakarta Selatan terkait adanya dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan di SMA 87," kata Puadi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/10/2018).

Adapun kasus tersebut terkait dugaan kampanye anti Jokowi. Hal itu bermula kasus dari keluhan seseorang yang mengaku sebagai orangtua murid. Namun, orangtua murid tersebut tak menyebutkan identitasnya.

Keluhan orang yang mengaku walimurid itu viral di media sosial. Dia mengaku anaknya dan sejumlah siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan oleh seorang guru berinisial NK sambil menunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

Masih menurut orang yang mengaku wali murid itu, guru NK menyampaikan bahwa banyaknya korban bencana di Sulawesi Tengah karena Jokowi.

"Karena kami sudah investigasi, penelusuran untuk itu apakah memastikan adanya pelanggaran Pemilu atau tidak. Untuk itu, sudah kita investigasi dan hari Senin besok kami memanggil kepala sekolahnya, kemudian ibu guru yang bersangkutan yang mengajar di SMA 87, kemudian yang terakhir pelapor," ungkap Puadi.

Kasus kedua yang dilaporkan Puadi yaitu kasus pembagian sembako oleh seorang calon anggota legislatif di Jakarta Utara.

"Kasus ini sudah diklarifikasi masuk pembahasan kedua langsung perintah penyidikan kepada kepolisian di Polres Jakarta Utara. Tapi, tetap kami harus berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. Karena Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) ada di Polda," tuturnya.

Kemudian kasus ketiga yaitu, dugaan pelanggaran Pemilu di Jakarta Barat terkait dugaan kampanye yang diduga melibatkan pegawai negeri sipil.

"Jadi awalnya memang unik. Ada kepala sekolah yang mengajak kepada guru-guru, ASN, untuk melakukan perkumpulan terhadap bidang studi tertentu. Tetapi, ternyata membahas masalah pencalegan. Jadi, kepala sekolah diduga bekerja sama dengan caleg tertentu," tandasnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x