Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 01:04 WIB

Jokowi Sebut Ekonomi Global Mirip Game of Thrones

Oleh : Ray Muhammad | Jumat, 12 Oktober 2018 | 13:08 WIB

Berita Terkait

Jokowi Sebut Ekonomi Global Mirip Game of Thrones
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut meski perdagangan dunia perlahan mulai membaik, perekonomian dunia hingga kini masih belum pulih dari krisis.

Menurut Jokowi, dewasa ini ketidakpastian ekonomi global sangat besar. Hal ini menurutnya, diakibatkan beberapa peristiwa yang membuat kondisi ekonomi tidak secerah yang diharapkan.

Demikian disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada sesi pleno Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (12/10/2018).

Kepala Negara mengungkapkan, saat ini terdapat banyak masalah yang membayangi perekonomian dunia. Amerika Serikat menikmati pertumbuhan yang pesat. Namun, di banyak negara terdapat pertumbuhan yang lemah atau tidak stabil.

"Perang dagang semakin marak dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang. Negara-negara yang tengah tumbuh juga sedang mengalami tekanan pasar yang besar. Dengan banyaknya masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa Winter is Coming," ujarnya.

Adapun istilah "Winter is Coming" ini merujuk pada slogan terkenal dari serial Game of Thrones yang merupakan slogan dari "House Stark", salah satu "Great House" dalam serial televisi luar negeri itu.

Slogan itu dimaksudkan Jokowi sebagai peringatan dan kewaspadaan terus-menerus akan kondisi yang ada.

Menurut Presiden RI, dalam beberapa dekade terakhir, negara ekonomi maju telah mendorong negara ekonomi berkembang untuk membuka diri dan ikut dalam perdagangan bebas.

Globalisasi dan keterbukaan ekonomi internasional itu telah memberikan banyak sekali keuntungan, lanjutnya, baik bagi negara maju maupun negara berkembang.

Ia menuturkan, berkat kepedulian dan bantuan negara ekonomi maju negara-negara berkembang mampu memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

"Namun, akhir-akhir ini, hubungan antarnegara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti Game of Thrones," imbuhnya.

Menurutnya, perimbangan kekuatan dan aliansi antarnegara ekonomi maju tengah mengalami keretakan. Lemahnya kerja sama dan koordinasi telah menyebabkan terjadinya banyak masalah seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dan juga kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang.

Hal itu diibaratkan Jokowi dengan apa yang terjadi dalam dunia Game of Thrones di mana sejumlah Great House atau faksi bertarung hebat antara satu sama lain untuk mengambil alih kendali "the Iron Throne", tahta tertinggi dalam serial itu.

Antarfaksi itu kemudian saling menjatuhkan satu sama lain untuk menduduki tahta. Namun, di tengah kesibukan itu, faksi-faksi tersebut lupa akan satu hal.

"Tatkala para Great House sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari utara. Seorang Evil Winter yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran," kata Jokowi yang disambut tawa hadirin.

Kepala Negara menyebut munculnya ancaman itu membuat mereka tersadar bahwa tak lagi penting siapa yang menduduki tahta tertinggi.

"Yang paling penting adalah kekuatan bersama untuk mengalahkan Evil Winter agar bencana global tidak terjadi. Perekonomian dunia sebenarnya memang menghadapi masalah serupa itu," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x