Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 07:44 WIB

BKSDA Jatim Lepas 210 Ekor Burung ke Habitat Asal

Jumat, 12 Oktober 2018 | 15:11 WIB

Berita Terkait

BKSDA Jatim Lepas 210 Ekor Burung ke Habitat Asal
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Sidoarjo - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur bersama instansi terkait, Jumat (12/10/2018) melaksanakan pelepasliaran satwa liar dilindungi jenis burung ke habitat asal di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah dan Balikpapan Kalintan Timur.

Satwa liar jenis burung yang akan dilepasliarkan merupakan hasil giat bersama antara beberapa instansi dalam melaksanakan pengawasan terhadap peredaran satwa khususnya burung yang berasal dari alam di wilayah kerja Balai Besar KSDA Jawa Timur.

Setelah melalui proses penanganan satwa yang cukup panjang di Taman Safari Prigen dan mengacu pada prosedur pelepasliaran satwa, ditetapkan jumlah satwa yang layak untuk dikembalikan ke habitat asal berjumlah 210 ekor.

Sebanyak 170 ekor dikembalikan ke Balikpapan Kalimantan Timur yang terdiri dari 50 ekor murai batu, 109 ekor cucak hijau dan 11 ekor cucak jenggot. Sedangkan 40 ekor yang terdiri dari 20 ekor murai batu, dan 20 ekor cucak hijau dikembalikan ke Pangkalan Bun Kalimantan Tengah.

Menurut Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Dr. Nandang Prihadi, burung-burung ini merupakan hasil sitaan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan akan dijual atau dipasarkan ke wilayah Jawa.

"Status ini hasil dari operasi penertiban oleh rekan-rekan di lapangan terutama di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak yang sering dijadikan tempat penyelundupan satwa liar," katanya Jimat (12/10/2018).

Proses pelepasliaran di habitat asal ini telah melalui prosedur pelepasliaran satwa yang diantaranya adalah pengecekan kesehatan satwa, kemurnian jenis, penentuan lokasi, rehabilitasi dan habituasi satwa serta langkah-langkah teknis lainnya sesuai standart IUCN.

Hal tersebut tentunya akan dilakukan oleh BKSDA Kalimantan Tengah dan BKSDA Kalimantan Timur selaku penerima satwa. "Selama ini burung-burung ini kita titipkan di TSI Prigen Pasuruan. Disana kita lakukan perawatan dan kini kita akan lepas kembali ke habitat asal. Kalau terlalu lama nantinya kita takut burung akan menjadi jinak," jelas Nandang menambahkan.

Kegiatan pelepasliaran satwa ini merupakan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melaksanakan pengelolaan insitu dalam kerangka road map pengelolaan species,sekaligus merupakan rangkaian memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh pada tanggal 5 November 2018 besok. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x