Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 15:31 WIB

Bos Batubara Samin Tan Disebut Setor Rp1 M ke Eni

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 11 Oktober 2018 | 20:03 WIB

Berita Terkait

Bos Batubara Samin Tan Disebut Setor Rp1 M ke Eni
Pengusaha batubara Samin Tan - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Selain Johannes B Kotjo, nama pengusaha batubara Samin Tan, juga disebut ikut memberikan uang kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Fakta tersebut terungkap diruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta saat digelar sidang lanjutan terdakwa Kotjo saat staff Eni, Tahta Maharaya bersaksi.

"Seusai berita acara pemeriksaan, saya terima (uang) dari Pak Indra Permadani, Pak Idrus Marham, Pak Samin Tan," ungkap Tahta menjawab pertanyaan Hakim terkait penerimaan uang kepada Eni selain dari Kotjo.

Pemilik PT Borneo Lumbung Energi, Samin Tan pernah menitipkan uang untuk bosnya sebesar Rp1 miliar.

Tahta menjelaskan, uang Rp 1 miliar disimpan oleh Staf Samin Tan dalam sebuah tas dengan diberi kode 'buah'. Namun, Tahta enggan menyebut terang nama staf Samin Tan dalam persidangan.

"Di situ saya dikasih berupa tas saja, saya enggak tahu isinya. Enggak lihat uangnya, perkiraan saya uang. Ada tanda terimanya, bunyi nya 'buah'," kata Tahta.

Tahta mengaku baru mengetahui secara pasti isi tas tersebut uang sebesar Rp1 miliar setelah bosnya, Eni Maulani Saragih ditangkap oleh KPK. Eni menjelaskan kepada Tahta bahwa isi tas dari staf Samin Tan berisi uang.

"Awalnya saya enggak tahu, pas kroscek di pemeriksaan, saya tahu itu dari ibu Eni uangnya Rp1 miliar," ungkap Tahta.

Tahta tidak mengetahui secara jelas maksud pemberian dari Samin Tan tersebut kepada Eni. Sebab, saat akan bertemu dengan staf Samin Tan, Tahta hanya diberi kontak untuk melakukan pertemuan terkait pengambilan uang tersebut.

"Saya dikasih kontak sama ibu untuk menghubungi stafnya itu. (bertemu) di kantor Samin Tan," terang Tahta.

Eni merupakan tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Eni diduga bersama-sama Idrus Marham menerima hadiah atau janji dari Kotjo yang sedang disidang hari ini.

Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo. [ton]

Komentar

Embed Widget
x