Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 15:26 WIB

KPK Geledah Kantor DPW NasDem Jatim

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 11 Oktober 2018 | 19:36 WIB

Berita Terkait

KPK Geledah Kantor DPW NasDem Jatim
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kantor DPW Nasdem Jawa Timur menjadi satu dari sekian banyak lokasi yang digeledah tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah Bupati Malang Rendra Kresna ditetapkan sebagai tersangka yang juga menjabat sebagai Ketua Nasdem Jatim.

"Hari ini penggeledahan masih berlangsung di lokasi lainnya dk Kabupaten Malang. Akan kami sampaikan lebih lanjut perkembangan informasinya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dikantornya, Kamis (11/10/2018).

Namun Saut enggan menyebut secara rinci apa saja yang didapatkan penyidik dari penggeledahan di Kantor Nasdem Jatim tersebut.

Selain kantor DPW Nasdem Jatim, sederet lokasi lain juga jadi sasaran penggeledahan KPK.

Rumah dinas Bupati Malang, ditemukan uang sejumlah SGD 15 ribu, Kantor Dinas Bina Marga, disita uang sebesar Rp305 juta dari, dan Rp18,95 juta dari rumah salah satu kepala bidang di dinas Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur.

"Penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik, dan sejumlah uang," ungkapnya.

Ada juga penggeledahan Pendopo Bupati Malang, kantor dan rumah pihak swasta, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kantor Bapenda.

Kemudian Kantor PUPR Kabupaten Malang, Kantor BUP Kabupaten Malang, Kantor Dinas Bina Marga Kabupaten Malang, Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Rumah Dinas Bupati Malang, Kantor Dinas Sosial Kabupaten Malang.

Sebelumnya Rendra ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah dengan dua sangkaan sekaligus, menerima suap dan gratifikasi dengan total sekitar Rp7 miliar. Untuk kasus suap, Rendra dijerat bersama tim suksesnya, Ali Murtopo.

Rendra diduga menerima suap dari Ali sebesar Rp3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun anggaran 2011.

Sementara dalam kasus gratifikasi, mantan Ketua DPW NasDem Jawa Timur itu dijerat bersama Eryk Armando Talla. Mereka berdua diduga menerima gratifikasi sebesar Rp3,55 miliar dari proyek-proyek yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang. [ton]

Komentar

Embed Widget
x