Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 20:39 WIB

IndonesiaLeaks Hoaks, Wikileaks Masih Oke

Oleh : Ray Muhammad | Kamis, 11 Oktober 2018 | 09:05 WIB

Berita Terkait

IndonesiaLeaks Hoaks, Wikileaks Masih Oke
Psikolog Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Psikolog Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk menilai kemunculan IndonesiaLeaks yang menjadi sorotan publik belakangan ini tak lebih dari sekadar hoaks.

Adapun isu yang diangkat dalam IndonesiaLeaks ialah perusakan barang bukti yang kabarnya dilakukan oleh dua penyidik Polri.

Isu ini pun telah dimentahkan oleh Polri. Ditelaah lebih jauh pemunculan oleh IndonesiaLeaks ini mendorong KPK mengeluarkan SprinLidik baru atas buku catatan keuangan perusahaan Basuki Hariman (Terpidana Suap Hakim MK).

Menurut Hamdi, sejauh pengamatannya terlalu banyak opini yang dipaparkan IndonesiaLeaks di dalam catatan mereka, dibandingkan fakta pemberitaan.

"IndoLeaks menurut saya kebanyakan opini, terlalu sedikit yang bisa ditelusuri pembuktiannya," ucapnya kepada INILAHCOM, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Dalam IndonesiaLeaks relatif tidak ketahuan siapa penulisnya, meski diketahui yang menulisnya adalah sejumlah wartawan. Namun tidak jelas siapa saja mereka.

"Kalau WikiLeaks masih oke. Masih agak respek karena nama-nama yang ikut di dalamnya disebut. Kalo IndonesiaLeaks, cuma konon kabarnya dilakukan wartawan. Menurut saya, ini statusnya sama dengan hoaks," katanya.

Menurutnya, ada indikasi juga IndonesiaLeaks muncul karena dibuat untuk kepentingan politik, utamanya yang ingin menurunkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Pasalnya, dalam catatan IndonesiaLeaks, nama Kapolri juga diseret-seret. Namun tidak ada penjelasan faktual yang mendukung catatan tulisan itu.

"Siapa yg membuat hoaks ini? Untuk kepentingan siapa? Jangan-jangan dibuat oleh oknum di kalangan polisi juga yang dilakukan dalam rangka ingin pergantian Kapolri? Bisa saja. Bisa juga dari karena Kapolri bagian dari pemerintahan, bisa saja ada yang yang ingin mendiskriditkan pemerintahan," tandasnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x