Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 07:47 WIB

PB PMII Sayangkan Sikap Bambang dan Amien Rais

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 10 Oktober 2018 | 23:01 WIB

Berita Terkait

PB PMII Sayangkan Sikap Bambang dan Amien Rais
Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang

INILAHCOM, Jakarta - Pemberitaan IndonesiaLeaks yang menyebut Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerima sejumlah aliran dana dalam kasus daging sapi dengan tersangka Basuki Hariman dan Patrialis Akbar yang ditangani oleh KPK kini ramai diperbincangkan. Banyak yang mendesak agar KPK mengusut informasi dari IndonesiaLeaks.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang sangat menyayangkan adanya pemberitaan ini. Sebab, saat ini Polri sedang menangani kasus Hoax yang dibuat Ratna Sarumpaet.

Ia menduga ada upaya untuk mengalihkan perhatian publik dengan memunculkan kegaduhan baru.

"Tentu adanya pemberitaan ini, membuat polri tidak dapat bekerja secara fokus untuk menangani kasus" yang masuk. Terutama, Kasus Hoax Ratna Sarumpaet. Hal ini sangat melemahkan posisi polri sebagai penegak hukum," kata Agus di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Terlebih, kata Agus, ketika informasi keterlibatan Tito dalam impor daging sapi, dinaikkan kembali ditengah tengah berjalannya pilpres tahun 2019. "Informasi yang dikemukakan Amin Rais terlalu politis," tandasnya.

Sebab, kata Agus, jika memang hal itu benar, seharusnya Amien Rais tidak mengatakan hal itu melalui rilis yang dibuatnya. "Tetapi, melaporkan langsung ke KPK atas keterlibatan Tito," tegasnya.

Selain itu, terkait statement mantan pimpinan KPK, Bambang Wijayanto yang meminta KPK untuk segera bertindak. Agus menilai langkah BW tidak tepat. Seharusnya BW lebih baik untuk melaporkan ke KPK, bukan malah bersuara di media.

"Namun, lagi lagi disayangkan, Bambang hanya mengungkapkan nya di depan Media. Dan, lagi lagi tindakan ini bersifat politis," ucap Agus.

Untuk itu, Agus berharap agar Polri fokus saja menangani kasus-kasus yang sedang dikerjakan. Terutama, kasus hoax penganiayaan yang dibuat Ratna Sarumpaet.

"Saya kira biarkan publik yang menilai, dan saya yakin masyarakat Indonesia sudah cerdas dan mulai bosan dengan beragam skenario yang dilontarkan oleh pihak-pihak yang menyudutkan Pak Tito," tutup dia.[jat]

Komentar

Embed Widget
x