Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 08:43 WIB

Ketua KPK Akui Dua Penyidik Polri Terekam CCTV

Oleh : Ivan Setyadi | Rabu, 10 Oktober 2018 | 17:14 WIB

Berita Terkait

Ketua KPK Akui Dua Penyidik Polri Terekam CCTV
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo akhirnya angkat bicara soal isu buku merah milik Basuki Hariman yang bikin heboh beberapa hari terakhir.

Saat berada di Gedung DPR, Agus membenarkan adanya rekaman kamera ketika penyidik yang berasal dari kepolisian sedang mengambil barang bukti.

"Itu peristiwanya sudah lebih satu tahun, pengawas internal sudah memeriksa kamera, kamera memang terekam, tapi penyobekan tidak terlihat dikamera itu," kata Agus kepada wartawan di DPR, Rabu (10/10/2018).

Saat dilakukan pemeriksaan terkait dugaan pengrusakan alat bukti tersebut, Polri memanggil dan menarik kedua penyidik tersebut. Sehingga, KPK tidak melanjutkan pemeriksaan terhadap kedua penyidik dari Polri tersebut.

"Karena terjadi perdebatan waktu itu kita belum memberikan saksi yang semestinya, karena belum ketemu kemudian sebaiknya dipulangkan, waktu itu kalau ngga salah ada pemanggilan oleh polisi supaya yang bersangkutan ditarik kembali," terangnya.

Diketahui, dua orang penyidik yang ditarik itu yakni Roland Ronaldy dan Harun. Sementara barang bukti yang diduga dirusak tersebut yaitu buku catatan keuangan CV Sumber Laut Perkasa, yang sebelumnya dibeberkan oleh staff keuangan CV SLP, Kumala Dewi saat pemeriksaan di KPK.

Berdasar hasil investigasi sejumlah media yang tergabung IndonesiaLeaks, dalam buku catatan itu terdapat sejumlah aliran uang ke Kapolri Tito Karnavian, yang saat itu masih jabat Kapolda Metro Jaya. Selain itu juga tercatat aliran uang dari Basuki ke sejumlah pejabat di Tanah Air.

Buku catatan keuangan itu sebenarnya sebelumnya sudah dipindahkan ke sebuah laptop dan dipegang oleh penyidik KPK lain yang tangani kasus dugaan suap impor daging di Surya Tarmiani. Namun naas laptop itu dikabarkan dicuri oleh orang tak dikenal saat Surya pulang dari Yogyakarta pada April 2017 silam.[jat]

Komentar

Embed Widget
x