Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 16:00 WIB

Golkar Heran KPU Larang Kampanye di Pesantren

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 10 Oktober 2018 | 01:00 WIB

Berita Terkait

Golkar Heran KPU Larang Kampanye di Pesantren
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Golkar, Nusron Wahid meminta KPU memperjelas aturan yang melarang calon Presiden dan calon Wakil Presiden kampanye di lingkungan pondok pesantren.

"Atas dasar apa? Kami mempertanyakan kalau KPU melarang Pak Kiai Maruf Amin datang silaturahmi ke pesantren," kata Nusron di Istana Bogor, Selasa (9/10/2018).

Menurut dia, pesantren bukanlah masjid meskipun di dalamnya terdapat tempat ibadah. Menurutnya, pesantren juga bukanlah institusi sekolah meski ada kegiatan belajar dan mengajar didalamnya.

"Pesantren ini komunitas yang didalamnya ada kumpulan orang-orang yang mengaji, ada sekolah, mengaji, beribadah. Kalau Pak Kiai Maruf Amin ceramah kampanye di masjid, meski di lingkungan pesantren, mungkin patut dipertanyakan atau di dalam kelas sekolah," ujarnya.

Akan tetapi, Nusron juga mempertanyakan jika kunjungan Maruf dilakukan di rumah kiai yang berada di dalam kompleks pesantren bagaimana statusnya, dilarang atau tidak.

"Masa harus dilarang. Padahal, itu merupakan bagian dari menjalin tali silaturahmi. Terus silaturahmi pada kiai dimana? Di lapangan kan, nggak mungkin atau di tempat parkir. Semestinya harus dipilah-pilih definisinya bahwa kalau datang ke ruang kelas sekolah memang tidak boleh sesuai aturan KPU. Tidak boleh kampanye di tempat pendidikan atau dalam masjid," jelasnya.

Komentar

Embed Widget
x