Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 16:31 WIB

Gunawan Kembali Cabut Praperadilan Lawan Bareskrim

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 8 Oktober 2018 | 23:01 WIB

Berita Terkait

Gunawan Kembali Cabut Praperadilan Lawan Bareskrim
Pengusaha Gunawan Jusuf - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengusaha Gunawan Jusuf kembali mencabut gugatan praperadilan yang kedua kalinya terhadap Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (8/10/2018).

Gunawan mencabut gugatan praperadilan atas kasus dugaan penggelapan dan tindak pidana pencucian uang yang dilaporkan oleh Toh Keng Siong warga negara Singapura ke Bareskrim Polri. Padahal, status Gunawan masih sebagai saksi pelapor dalam kasus tersebut.

"Betul ada pencabutan (gugatan) tadi," kata Kepala Bagian Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur, Senin (8/10/2018).

Padahal, jadwal sidang praperadilan yang diajukan Gunawan Jusuf digelar hari ini Senin (8/10) tapi dicabut. Sedangkan, gugatan yang pertama juga dihentikan oleh hakim karena dicabut Gunawan pada 24 September 2018.

Sementara Kuasa Hukum Toh Keng Siong, Denny Kailimang sempat melaporkan gugatan praperadilan yang diajukan Gunawan Jusuf ke Komisi Yudisial (KY) pada Senin (8/10). Sebab, Denny melihat ada kejanggalan dari praperadilan.

"Gunawan Juauf awalnya mengajukan Preperadilan dengan Nomor 102/pid.pra/2018/PN.Jkt.Sel. Tapi praperadilan itu dicabut. Pada hari yang sama pencabutan pada 24 September 2018, mereka mengajukan praperadilan dengan Nomor 115/Pid.Pra/2018/PN.Jkt.Sel," kata Denny.

Namun, Denny mengatakan hakim yang ditunjuk PN Jakarta Selatan dalam praperadilan Nomor 115 yaitu Joni yang pernah menangani perkara PT Makindo di Gunung Sugih, Lampung. Menurut dia, timbul pertanyaan kenapa Hakim Joni yang ditunjuk untuk memproses praperadilan di PN Jakarta Selatan.

"Dalam surat ke KY, Toh meminta seharusnya hakim yang ditunjuk harus netral dan tidak memihak. Untuk itu, Mr Toh memohon KY melakukan pengawasan dan mengawal seluruh proses Persidangan Praperadilan," ujarnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pengawasan Hakim Komisi Yudisial, Sukma Violetta mengatakan pihaknya dalam memproses laporan dari masyarakat ada dua kategori.

Pertama, kata Sukma, apabila laporan terkait pemantauan persidangan dan kedua jika laporan masyarakat terhadap perkara yang sudah selesai berproses di pengadilan tingkat pertama.

"Terhadap permohonan pemantauan persidangan ini, kami ya langsung setelah dilakukan proses administrasi yang sangat sederhana itu kemudian kita lihat hari apa dan tempatnya dimana. Kemudian kalau misal tempatnya itu di sebuah pengadilan, dimana disana ada penghubung komisi yudisial," ujarnya.[jat]

Komentar

Embed Widget
x