Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 08:40 WIB

BW: Pimpinan KPK Bisa Dituding Tutupi Kejahatan

Senin, 8 Oktober 2018 | 22:25 WIB

Berita Terkait

BW: Pimpinan KPK Bisa Dituding Tutupi Kejahatan
Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto angkat bicara terkait investigasi Indonesialeaks.

Dia menilai pimpinan KPK saat ini tinggal diam terkait kekisruhan kasus perusakan barang bukti kasus pengusaha daging Basuki Hariman, yang dilakukan dua oknum penyidik.

"Pimpinan KPK dapat dituding telah secara sengaja menyembunyikan dan juga melakukan kejahatan yang sekaligus merusak kehormatan dan reputasi Lembaga KPK," katanya dalam rilis, Senin (8/10/2018).

BW mempertanyakan apakah sudah ada pemeriksaan yang dilakukan oleh Pengawas Internal KPK. Apakah benar, hasil pemeriksaan dari Pengawas Internal telah disampaikan pada Pimpinan untuk kemudian diteruskan untuk ditindaklanjuti oleh Dewan Pertimbangan Pegawai.

"Jika hal itu tidak benar maka Pimpinan KPK telah secara sengaja tak hanya "menyembunyikan" kejahatan tapi juga "melindungi" pelaku kejahatannya dan "memanipulasi" proses pemeriksaan yang seharusnya sesuai fakta yang sebenarnya serta sekaligus melakukan kejahatan," ujarnya.

BW menegaskan tindakan penyidik KPK yang diduga merobek 19 catatan transaksi adalah tindakan penyalahgunaan kewenangan atau setidaknya menggunakan kewenangan untuk kepentingan di luar KPK (Pasal 1 angka 9 jo Pasal 5 huruf a dan k) dan dapat dikualifikasi sebagai Pelanggaran Disiplin Berat sesuai Pasal 8 hurug g, l, dan n dari Peraturan KPK No. 10 Tahun 2016 tentang Disiplin Pegawai dan Penasihat KPK.

Jika merujuk pada Pasal 8 huruf s jo Pasal 11 peraturan di atas, tindakan itu dapat dikualifikasikan perbuatan yang dikatagorikan sebagai tindak pidana (setidaknya merintangi proses pemeeriksaan atau obstruction of justice) dan telah timbul kerugian maka harus dikenakan pasal pidana selain mengganti kerugian yang timbul bukan sekedar mengembalikan ke instansi asalnya.

"Saya mendesak, Ketua KPK Agus Raharjo, tidak lagi "bersilat lidah" dengan menyatakan pemulangan (dua oknum) itu merupakan bentuk sanksi berat dengan menyatakan "Itu sanksi berat yang bisa diberikan terhadap pegawai dari Kepolisian, Kejaksaan, dan lembaga lain," pungkasnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x