Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 02:41 WIB

Putri HRS Tak Bisa ke Yaman, Ini Penjelasan Kemlu

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 8 Oktober 2018 | 16:04 WIB

Berita Terkait

Putri HRS Tak Bisa ke Yaman, Ini Penjelasan Kemlu
Putri Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Mumtaz (kiri) - (Foto: Instagram)

INILAHCOM, Jakarta - Putri Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Mumtaz, dan 200 WNI lainnya tertahan di Oman. Mereka tak bisa ke Yaman untuk melanjutkan sekolah.

Kementerian Luar Negeri mengatakan otoritas Oman tak mengizinkan warga Negara Asing (WNA) untuk meninggalkan Oman dan menyeberang ke Yaman.

"Pemerintah Oman yang melarang adanya WNA menyeberang ke Yaman. Ini sudah berlaku sejak Mei 2018," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, Senin (8/10/2018).

Lalu menjelaskan berbagai alasan. Salah satunya yakni pertimbangan keamanan nasional Oman yang sedang konflik perang.

"Kami bahkan berkunjung ke pesantren-pesantren. Ada yang mengindahkan dan ada juga yang tidak," tutur Lalu.

Sebelumnya, Visa Pelajar (Iqomah) para Mahasiswa/i & Santri Senior, termasuk putri Habib Rizieq Shihab, Mumtaz yang masih bertahan di Oman sudah habis. Mereka dilarang untuk pergi ke Yaman untuk melakukan studi.

Pengacara HRS, Sugito Atmo Prawiro mengatakan sekitar 200an WNI termasuk putri HRS tak bisa ke Yaman untuk melakukan studi karena visa lanjutan tak dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.

"Yang saya dapat informasi semua mahasiswa/i Indonesia yang mau ke Yaman Selatan itu visa nya engga keluar dari kedutaan besar Indonesia di Oman. Kalau engga salah 200an WNI," kata Sugito kepada INILAHCOM, Senin (8/10/2018).

Menurut Sugito, pelajar dari berbagai negara lain seperti Malaysia dan Thailand telah mendapatkan visa lanjutan dari dari pemerintahnya untuk melanjutkan studi di Yaman. Sugito mengaku tak tahu mengapa pemerintah Indonesia tak mengeluarkan Visa untuk ratusan WNI yang hendak melanjutkan studi itu.

"Padahal yang dari Malaysia atau Thailand itu pemerintahnya mengeluarkan visa, mereka bisa melanjutkan studi ke Yaman," jelas dia. [rok]

Komentar

Embed Widget
x