Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 11 Desember 2018 | 08:41 WIB

4 Anaknya Maju Caleg, Amien Rais Disorot

Senin, 8 Oktober 2018 | 16:02 WIB

Berita Terkait

4 Anaknya Maju Caleg, Amien Rais Disorot
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Eko Suwanto - (Foto: Dok)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Eko Suwanto mengritik mantan Ketua Umum PAN Amien Rais.

Eko mengatakan Amien menempatkan anak-anaknya sebagai calon legislatif (caleg) dari PAN. Antara lain Hanum untuk DPRD DIY di daerah pemilihan (dapil) Sleman.

Selanjutnya ada Ahmad Baihaqy Rais yang juga menjadi caleg DPRD DIY. Hanya saja, putra bungsu Amien itu ditempatkan di dapil Kulonprogo.

Ahmad Hanafi Rais yang juga putra sulung Amien kembali maju sebagai caleg DPR RI. Seperti halnya Pemilu 2019, Hanafi maju di dapil DIY. Putra Amien lainnya yang juga menjadi caleg adalah Mumtaz Rais.

"Kini publik menyoroti ini, kini publik bisa menilai sendiri," ujar Eko di Jakarta, Senin (8/10/2018).

Selain itu, dia menyoroti mangkirnya Amien Rais dari panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

"Dahulu cita-cita Pak Amien saat menyuarakan reformasi adalah demi penegakan hukum. Tapi sekarang ketika dipanggil kepolisian sebagai saksi kasus kebohongan saja mangkir," katanya.

Eko menyebut kaget dengan pernyataan yang dramatis tentang penganiayaan Ratna yang belakangan diketahui hoax dalam drama setengah babak Penganiayaan Ratna Sarumpaet yang kini jadi sorotan luas.

"Dan ternyata dampak kekecewaan masyarakat atas kebohongan itu berlanjut. Siapapun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Biarkan pengadilan yang memutuskan. Prinsipnya Indonesia negara hukum sehingga setiap orang harus hormati proses hukum," katanya.

Eko lantas membeberkan pengamatannya tentang penilaian warga Yogyakarta terhadap Amien. Menurutnya, masyarakat di provinsi berstatus istimewa itu juga kurang sependapat mantan ketua MPR RI itu yang sejak awal menentang keistimewaan DIY, tampak dari pernyataannya yang meminta referendum disaat rakyat Jogja menghendaki Sri Sultan Hamengku Buwono dan KGPAA Paku Alam ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur DIY.

"Sampai ada aksi kebudayaan dalam ruwatan maupun bentuk lainnya yang memberikan kritik Pak Amien. Seharusnya kritik publik ini menjadi bahan perenungan dan pembelajaran," tutur Eko.

Sementara itu, Ahmad Hanafi Rais enggan menanggapi pencalegan. Dia ogah mendramatisasi pernyataan Eko tersebut.

"Beritakan aja soal rupiah yang meroket turun, perhelatan IMF yang mewah di tengah kedukaan bencana nasional," ujarnya.

Dia menegaskan ayahnya akan memenuhi panggilan Polda pada Rabu besok. "Saya yakin pak Amien akan terbuka apa yang terjadi soal kasus hoaks Ratna," pungkasnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x