Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 08:34 WIB

Enggan Lepas Kewarganegaraan Indonesia

Prabowo Sempat Menolak Tawaran Pangeran Abdullah

Sabtu, 6 Oktober 2018 | 21:33 WIB
Prabowo Sempat Menolak Tawaran Pangeran Abdullah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto, semasa hidupnya memang pernah tinggal di Yordania. Kepada INILAHCOM, guru mengaji Prabowo, KH Idrus Sambo, menceritakan sepenggal kisah Prabowo hingga tinggal di Yordania.

Kisah itu berawal dari peristiwa Mei 1998. Setelah Prabowo difitnah, seragam kebanggannya sebagai prajurit militer dicopot dan dipisahkan dari anak dan isteri yang dicintainya.

"Kabar duka itu terdengar oleh seorang sahabat prabowo yang berada jauh di negeri padang pasir sana, putra mahkota Yordania, Pangeran Abdullah. Ia mengajak Prabowo tinggal di negaranya. Bagi Pangeran Abdullah, A friend in need is a friend indeed, teman sejati ketika kesulitan," ungkapnya, Sabtu (6/10/2018).

Tidak ada pilihan lain bagi Prabowo selain harus menerima tawaran temannya itu, karena negara ini seperti sudah tidak menginginkannya lagi. Dengan langkah berat pada bulan september 1998 ia terbang ke Amman, Yordania.

Di Yordania Prabowo diperlakukan sangat spesial, karena temannya Pangeran Abdullah merupakan Putra Mahkota dari Raja Yordania. Namun Prabowo menolak untuk dispesialkan, ia memilih diperlakukan biasa saja, hidup sederhana dan bepergian dengan taksi.

"Di Negara ini Prabowo mulai membangun lagi dirinya yang sudah jatuh ke titik terdalam. Hal-hal berat yang telah menimpanya perlahan ia lupakan. Prabowo di Amman belajar bisnis, belajar bahasa Arab, dan dihargai oleh pangeran-pangeran Arab," bebernya.

"Pangeran Abdullah begitu senang terhadap Prabowo, sehingga Prabowo mendapat tawaran status kewarganegaraan. Tak hanya itu Prabowo juga ditawarkan jabatan menjadi penasihat militer Yordania. Akan tetapi tawaran itu ditolak oleh Prabowo. Prabowo menyatakan bahwa dia adalah Warga Negara Indonesia dan tidak akan pernah berubah," ungkapnya.

Prabowo juga membangun bisnis bersama adiknya yang telah lama menggeluti dunia bisnis, Hashim Djojohadikusumo. Berkali-kali Prabowo ingin kembali ke Indonesia, namun beberapa temannya melarang karena rentetan fitnah masih berseliweran. Semua diarahkan ke Prabowo.

"Perlahan tapi Pasti, Prabowo yang sudah jatuh ketingkat terbawah perlahan bangkit, bangkit dan bangkit, dan kembali ke tanah air yang sangat dicintainya. Walau pernah terjatuh, Prabowo terus bangkit untuk terus berjuang bagi bangsanya. Walau pernah difitnah, disingkirkan, disudutkan tetapi semangat patriot bagi bangsanya tak pernah pudar," katanya.

"Seakan melupakan penderitaan yang telah dialaminya, Ia terus berjuang untuk bangsanya, ia tidak pernah dendam, marah dan sakit hati terhadap pihak-pihak yang selama ini memusuhinya," tandasnya. [*]

Komentar

Embed Widget
x