Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 19:31 WIB

Bandingkan Kasus Ratna dengan HRS

PA 212 Keberatan dengan AKBP Jerry Siagian

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Sabtu, 6 Oktober 2018 | 08:01 WIB

Berita Terkait

PA 212 Keberatan dengan AKBP Jerry Siagian
Ketua Divisi Hukum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Damai Hari Lubis - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Damai Hari Lubis keberatan atas pernyataan dari Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian yang menyebut tidak mau kasus Ratna Sarumpaet seperti Habib Rizieq Syihab (HRS).

"Saya atas nama aktivis muslim dari PA 212 keberatan atas ucapan Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian," kata Damai di Jakarta, Sabtu (6/10/2018).

Menurut dia, harusnya Jerry mencontohkan para korupter aseng yang kabur dari penindakan hukum atas kejahatan korupsi yang mereka lakukan. Sehingga, bukan mencontohkan pencekalan serta penangkapan terhadap Ratna dengan peristiwa hijrahnya Imam Besar HRS.

"Pernyataan yang disampaikan Jerry Siagian tidak elok, kurang beradab serta tidak tepat dalam memberikan perumpamaan terhadap kaburnya penjahat hoaks RS yang telah membohongi Prabowo Subianto," ujarnya.

Ia menilai apa yang disampaikan oleh AKBP Jerry salah kaprah yang membandingkan kasus Ratna dengan Imam Besar HRS, padahal sangat beda jauh antara kasus Ratna dengan HRS.

"Perumpamaan Jerry dimaksud salah kaprah karena sangat beda jauh, ibarat langit dan bumi. Baik kasusnya maupun kepribadiannya," tandasnya.

Untuk diketahui, aktivis Ratna Sarumpaet dicegah ketika ingin pergi ke Chile oleh Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (4/10/2018) malam. Akhirnya, Ratna diamankan oleh penyidik Polda Metro Jaya karena harus bertanggungjawab atas kasus yang diperbuatnya yakni membuat berita bohong alias hoaks.

Ratna mengaku dikeroyok oleh orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat pada 21 September 2018. Namun ternyata, Ratna mengaku berbohong ternyata tidak dikeroyok tapi habis menjalani operasi sehingga mukanya mengalami memar. Kini, Ratna sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus UU ITE dan telah ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Sebelumnya Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian mengatakan polisi telah memanggil Ratna sebagai saksi tapi tidak datang dan memilih pergi ke luar negeri.

Akhirnya, polisi tidak mau kecolongan seperti kasus Habib Rizieq yang saat ini berada di Arab Saudi setelah menjadi tersangka. Maka, polisi mengambil langkah yang cepat mencegah Ratna untuk tidak ke luar negeri.

"Kita panggil dia (Ratna) sebagai saksi hari Senin, dia malah pergi kan gitu. Makanya kita lakukan penangkapan. Karena panggilan kita tidak diindahkan. Kita tidak mau permasalahan seperti Habib Rizieq berulang, kabur ya kan," kata Jerry.[ris]

Komentar

x