Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 01:10 WIB

Kasus Ratna Sarumpaet

Gerindra Senang Polisi Gerak Usai Didesak Prabowo

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Sabtu, 6 Oktober 2018 | 03:14 WIB

Berita Terkait

Gerindra Senang Polisi Gerak Usai Didesak Prabowo
Ketua DPP Partai Gerindra, M Nizar Zahro - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto telah meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena kesalahannya yang percaya kalau Ratna Sarumpaet dikeroyok orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat. Ternyata, Ratna mengaku berbohong tidak dikeroyok tapi habis operasi.

Namun, masyarakat ada yang membully Prabowo karena seorang calon Presiden RI periode 2019-2024 mudah dibohongi oleh Ratna. Akan tetapi, ada juga masyarakat membela sikap Prabowo yang mengakui kesalahannya dan langsung meminta maaf.

Memang, Prabowo ketika mendapat kabar Ratna menjadi korban penganiayaan sempat menggelar konferensi pers mengutuk keras pelakunya pada Selasa (2/10/2018) malam. Bahkan, Prabowo bakal menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengenai kasus Ratna pada malam itu.

Ternyata, Ratna menggelar konferensi pers juga pada Rabu (3/10) sore mengakui kalau berbohong kepada masyarakat Indonesia, Prabowo Subianto, Amien Rais dan lainnya. Sehingga, Prabowo kembali menggelar konferensi pers meminta maaf atas sikapnya yang membela Ratna.

Ketua DPP Partai Gerindra, M Nizar Zahro mengaku bangga dengan tindakan Prabowo. Sebab, Prabowo sebelumnya mendesak kasus pengeroyokan terhadap Ratna diusut tuntas oleh aparat kepolisian.

Menurut dia, ketika mendapat laporan tentang penganiayaan, Prabowo langsung menggelar konferensi pers sebagai pembelaan nyata terhadap pendukung yang dianiaya.

"Kami sebagai kader Partai Gerindra sangat bangga dengan tindakan capres Prabowo. Inilah sosok pemimpin sejati yang siap sedia membela orang tertindas. Apa dampaknya? Luar biasa," kata Nizar kepada INILAHCOM, Jumat (5/10/2018).

Ia melihat dampak dari konferensi pers yang dilakukan Prabowo sangat luar biasa yang meminta untuk diusut tuntas kasus Ratna, akhirnya polisi langsung bergerak mengumpulkan bukti-bukti, menyisir setiap sudut Kota Bandung dan Jakarta.

Kemudian, kata Nizar, polisi juga berhasil membuka rekening dan telpon pribadi Ratna Sarumpaet. Suatu langkah polisi yang patut diapresiasi, meski sangat disayangkan dokumen lidik bisa tercecer ke ruang publik.

"Intinya, konpres yang dilakukan oleh Capres Prabowo tidak sia-sia tapi ada dampaknya, yakni polisi cepat bergerak. Kebenaran cepat terungkap," ujar anggota DPR RI ini.

Menurut dia, Prabowo apabila dipercaya menjadi Presiden RI periode 2019-2024. Maka, rakyat Indonesia di belahan bumi mana pun dapat tersenyum bahagia karena memiliki presiden yang siap membela rakyatnya.

Pada tahun 2013, Prabowo berusaha menyelamatkan TKI Wilfrida Soik dari ancaman hukuman gantung dalam kasus pembunuhan majikannya di Malaysia.

"Prabowo bolak-balik ke Malaysia dan menyewa pengacara kelas wahid Malaysia, Tan Sri Shafee, yang akhirnya berhasil membebaskan Wilfrida dari segala tuntutan pada 2015. Jadi tidak hanya Ratna Sarumpaet saja yang dibela," tandasnya.[ris]

Komentar

Embed Widget
x