Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Maret 2019 | 05:24 WIB

TKI Dituduh Penyihir, Selamat dari Hukuman Mati

Kamis, 4 Oktober 2018 | 11:12 WIB

Berita Terkait

TKI Dituduh Penyihir, Selamat dari Hukuman Mati
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Riyadh - KBRI Riyadh berhasil menyelamatkan Jamaah Binti Sarikan Diman asal Desa Teluk Batang Kecamatan Kayong Utara Ketapang Kalimantan Barat dari tuduhan melakukan praktek sihir yang mengakibatkan anak majikan menderita sakit permanen.

Kepolisian Arab Saudi menangkap Jamaah pada 3 Februari 2010. "Awalnya, majikan Jamaah menuntut ganti rugi materil sebesar SAR 1.080.000 setara Rp3,8 miliar karena anaknya lumpuh akibat disihir oleh Jamaah. Namun kemudian majikannya mengubah tuntutan menjadi qisas (hukuman mati). Di sidang ke delapan belas pada 12 September 2018, Pengadilan akhirnya menolak tuntutan majikan dan membebaskan Jamaah," kata Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

Atase Hukum KBRI, Muhibuddin melakukan penjemputan Jamaah binti Sarikan dari penjara dan diantar ke KBRI Riyadh. Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh menyambut kedatangan Jamaah dan memberikan ucapan selamat.

Ucapan selamat juga diberikan oleh para prajurit TNI yang sedang bertugas di Arab Saudi dengan dikomandani oleh Atase Pertahanan KBRI Riyadh, Brigjend Drajad Brima Yoga.

Dalam pesannya, Dubes Maftuh Abegebriel menegaskan bahwa KBRI Riyadh berkomitmen untuk tidak membiarkan WNI sendirian menghadapi proses hukum, terutama WNI yang diancam hukuman mati. Pendampingan kasus-kasus HPC (High Profile Case) yang terancam hukuman mati menjadi prioritas utama. KBRI Riyadh akan selalu mengaplikasikan jargon "Kami datang untuk melayani, bukan dilayani" sebagaimana arahan Presiden Jokowi.

"Jamaah saat ini sudah berada di rumah singgah Ruhama (Rumah Harapan Mandiri) KBRI di Riyadh, bergabung dengan para ekspatriat Indonesia lainnya yang belum beruntung, menunggu proses pemulangannya yang agar segera diselesaikan oleh KBRI," kata Agus Maftuh. [*]

Komentar

x