Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 21:58 WIB

BIN Pastikan Situasi di Sulteng Kondusif

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 3 Oktober 2018 | 19:34 WIB

Berita Terkait

BIN Pastikan Situasi di Sulteng Kondusif
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Palu - Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan menanggapi penjarahan yang dilakukan oknum masyarakat di Sulawesi Tengah.

Budi memastikan situasi di Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah dapat terkendali, dimana aparat dan pemerintah bekerja sama untuk menanganinya.

"Dua hari pertama memang kita monitor, tapi sutuasi telah dikendalikan pemerintah dan aparat sehingga semua sudah normal. Kami mohon semua masyarakat ikut bantu agar makin kondusif," ujar Budi Gunawan, Rabu (3/10/2018).

Adapun terkat penjarahan itu, menurut BG sapaan akrabnya lantaran warga panik kehabisan makanan. Namun ia menyebut kerugian akan diganti oleh pemerintah.

"Masih ada satu dua dan itu sudah kita catat. Kemarin hasil rapat Mendagri dan Menko, perintahkan aparat dicatat setiap kerugian akan ditanggung. Akan diganti pemerintah. Penjarahan karena semua tentu panik makanan habis termasuk persoalan air. Tapi situasi sudah bisa ditangani," ucap dia.

Terkait musibah besar yang terjadi di Indonesia, Budi Gunawan mengatakan telah ada kejadian sebelumnya. Ia pun meyakini warga akan mampu menghadapi musibah ini dan diharapkan akan pulih secepatnya.

"Kita ada pengalaman dua kali di Aceh dan Padang. Lombok kemarin 2018. Kali ini di Palu dan Donggala dan sekitarnya. Tapi yang pasti Indonesia, kita bangsa yang besar dan kuat punya kemampuan survival yang kuat. Yang terpenting kita punya semangat untuk segera pulih dan bangkit kembali," imbuh dia.

Terkait bantuan yang terlambat sampai di lokasi. Budi Gunawan mengatakan diakibatkan oleh transportasi. Namun beberapa hari ke depan diharapkan dapat pulih.

"Yang belum dapat bantuan karena terkendala tranportasi. Lewat laut paling cepat dua hari. Udara landasan pacu juga terganggu. Tapi kami yakin beberapa hari ke depan akan stabil. presiden akan cek setiap saat. Insyaalah hadir cek setiap saat," pungkas dia.

Budi juga menyebut perlu penguburan massal secepatnya terhadap korban yang meninggal.

"Akses menuju ke sana (Petabo) cukup sulit. Sudah ada perkuatan yang datang perjalanan darat, alat berat. itu butuh alat berat. Kita juga pikir penguburan massal jenazah yang sudah terkumpul. Agar akses penyakit tidak terjadi," tandas dia.[jat]

Komentar

Embed Widget
x