Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 07:10 WIB

Drama Ratna Sarumpaet Gerus Prabowo-Sandi

Oleh : R Ferdian Andi R | Rabu, 3 Oktober 2018 | 17:07 WIB

Berita Terkait

Drama Ratna Sarumpaet Gerus Prabowo-Sandi
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Polemik soal Ratna Sarumapet mencapai puncaknya pada Rabu (3/10/2018) saat Polri menyebutkan tidak ada peristiwa kekerasan menimpa aktivis gaek tersebut. Polisi menyebut, Ratna justru ke rumah sakit bedah untuk operasi plastik. Ratna pun mengakui hal tersebut. Ratna gerus suara Prabowo-Sandi?

Sepanjang Selasa (2/10/2018) kemarin, informasi soal Ratna Sarumpaet dianiaya oleh orang tak dikenal menyeruak ke publik. Informasi yang disebarkan sejumlah elit politik yang tergabung dalam koalisi Prabowo-Sandi menyebutkan jika Ratna Sarumpaet menjadi korban kekerasan.

Bahkan, capres Prabowo Subianto ditemani sejumlah elit partai politik seperti Amien Rais, Fadli Zon dan sejumlah pihak menggelar jumap pers khusus merespons kondisi yang menimpa Ratna Sarumpaet. Prabowo dalam jumpa pers menyebutkan tindakan yang menimpa Ratna merupakan tindakan yang di luar batas.

"Melakukan tindakan seperti ini terhadap seorang ibu-ibu berusia 70 tahun saya kira ini sebagai suatu tindakan yang di luar batas," sebut Prabowo saat jumpa pers di Kertanegara, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Sebelum jumpa pers, Prabowo Subianto juga menemui Ratna Sarumpaet untuk menanyakan kondisi yang terjadi pada Ratna. Meski tidak disebutkan tempat pertemuan, foto pertemuan antara Prabowo dan Ratna disebar oleh Wakil Ketua Umum Partai Geridnra Fadli Zon melalui akun media sosialnya.

Namun situasi berbalik arah, saat Rabu (3/10/2018) pihak kepolisian mengungkap sejumlah fakta terkait informasi kekerasan yang menimpa Ratna Sarumpaet di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Cerita yang muncul, Ratna dipukul dan ditendang di sekitar bandara Husein Sastranegara. Kejadian tersebut terjadi setelah Ratna mengikuti konferensi internasional yang diselenggarakan di Bandung.

Polri merilis pada tanggal yang disebutkan terjadi penganiayaan pada Ratna, ibu aktris Atiqah Hasiholan ini justru berada di RS Bina Estetika untuk melakukan operasi plastik. "Pada 21 September jam 17.00 sudah masuk rumah sakit di Bina Estetika," sebut Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Nico Afinta dalam jumpa pers, Rabu (3/10/2018). Polisi juga membantah ada perhelatan konferensi internasional di Bandung sebagaimana informasi yang berkembang di pemberitaan media massa.

Tak berselang lama dari konferensi pers Polri, Ratna Sarumpaet akhirnya keluar di publik dengan menyampaikan kondisi sebenarnya. Ratna mengaku informasi ihwal dirinya dianiaya hanyalah cerita karangan saja. Ia mengaku, kali ini dirinya merupakan pencipta hokas. "Saya meminta maaf kepada semua pihak yang selama ini mungkin dengan suara keras saya kritik dan berbalik ke saya, kali ini saya pencipta hoaks," ujar Ratna.

Dalam kesempatan tersebut Ratna juga meminta maaf kepada Prabowo Subianto yang telah melakukan pembelaan atas cerita yang ia karang terkait pengaianyaan yang ia terima. "Saya dengan sangat memohon maaf kepada Pak Prabowo yang kemarin dengan tulus membela saya, membela kebohongan yang saya buat," pinta Ratna.

Pernyataan dan pengakuan Ratna Sarumapet ini akhirnya mengkahiri polemik soal benar tidaknya tentang penganiayaan yang menimpanya. Pernyataan ini pula secara tidak langsung menjadikan berbagai pihak khususnya dari kubu Prabowo-Sandi terjebak dalam produksi hoaks secara massal.

Peristiwa ini langsung maupun tidak langsung akan memengaruhi performa dan kinerja Badan Pemenangan Prabowo Sandi dalam Pilpres 2019. Terlebih, Prabowo Subianto secara demonstratif memberikan pembelaan kepada Ratna dengan menggelar jumpa pers khusus menanggapi peristiwa yang menimpa Ratna.

Situasi tidak nyaman ini semestinya segera dicarikan jalan keluar oleh Badan Pemenangan Prabowo-Sandi dengan pilihan yang logis dan rasional dengan cara mengakhiri keterlibatan Ratna Sarumpaet sebagai Juru Kampanye Nasional Prabowo-Sandi. Lokalisir masalah dengan mencopot Ratna dari berbagai jejaring Badan Pemenangan Prabowo-Sandi merupakan langkah taktis dan rasional. Jika tidak, suara pemilih Prabowo-Sandi akan tergerus secara pasti.

Komentar

Embed Widget
x