Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 16:01 WIB

Ini Penjelasan Badan Geologi Soal Likuifaksi Palu

Oleh : Willi Nafie | Rabu, 3 Oktober 2018 | 13:41 WIB

Berita Terkait

Ini Penjelasan Badan Geologi Soal Likuifaksi Palu
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar menjelaskan penyebab terjadinya likuifaksi di Palu Sulawesi Tengah. Dikarenakan kondisi tanah di wilayah tersebut masih tergolong muda atau bahasa geologinya tanah aluvium.

"Bahasa geologinya tanah yang masih muda. Itungan mudanya ratusan tahun," kata Rudy di Gedung Kementerian ESDM, Rabu (3/10/2018).

Dimana tanah masih muda sangat lapisannya gampang lepas bila ada guncangan gempa.

"Kenapa ada likuifaksi, karena ada goncangan. Likuifaksi ini mengakibatkan terjadinya lepasnya daya dukung tanah," ucap dia.

Kemudian tanah yang rentan terjadi likuifaksi itu kalau memiliki lapisan pasirnya lebih tebal. Namun hingga kini Badan Geologi baru memiliki peran rawan likuifaksi di wilayah yang sudah terjadi fenomena tersebut.

"Kami sudah sebagian wilayah melakukan pemetaan likuifaksi karena harus melakukan pengeboran," tutupnya.

Gempa 7,4 Skala richter dan tsunami menghantam pulau Sulawesi Tengah. Sementara itu wilayah Petobo dan Balaroa mengalami fenomena likuifaksi.

Tercatat, ada 1.747 rumah di Balaroa dan 744 rumah di Petobo ditelan lumpur. Diduga, ada ratusan orang yang juga ikut terhisap di bawah lumpur tersebut. [rok]

Komentar

Embed Widget
x