Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 08:46 WIB

KPK Bongkar Peran Lucas Bantu Eddy Sindoro Kabur

Oleh : Ivan Sethyadi | Selasa, 2 Oktober 2018 | 09:40 WIB

Berita Terkait

KPK Bongkar Peran Lucas Bantu Eddy Sindoro Kabur
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang - (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Nama Eddy Sindoro kembali menjadi pemberitaan. Bekas bos Lippo Group ini kembali diungkit kasusnya setelah KPK melanjutkan pencarian terhadap dirinya sejak diberitakan kabur akhir 2016 silam.

Pemberitaan tentang Eddy Sindoro kembali mencuat setelah KPK mencegah dua orang dicegah bepergian ke luar negeri. Mereka adalah advokat bernama Lucas, serta seorang pihak swasta atas nama Dina Soraya.

Lucas sendiri akhirnya ditetapkan sebagai tersangka karena ikut membantu pelarian Eddy selama lebih dua tahun tanpa tersentuh tangan penyidik KPK.

Sebelum menetapkan Lucas sebagai tersangka, KPK begerak cepat. Lembaga Antirasuah itu melayangkan surat perintah cegah terhadapnya untuk membatasi ruang gerak Lucas sambil menunggu jadwal pemeriksaan.

Benar saja, setelah sempat mangkir pada pemeriksaan perdana Jumat (28/9/2018), Lucas hadir pada pemeriksaan Senin (1/10/2018) kemarin.

Setelah diperiksa sampai tengah malam, Lucas ditetapkan sebagai tersangka menghalangi penyidikan. Selain mengetahui keberadaan Eddy, Lucas juga ikut membantu pelarian Lucas.

"LCS (Lucas) diduga berperan untuk tidak memasukan tersangka ESI ke wilayah yurudiksi Indonesia, melainkan dikeluarkan kembali ke luar negeri masih Asean," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat menggelar konprensi pers soal penetapan tersangka Lucas di KPK, Senin (1/10/2018).

KPK, kata Saut, menemukan bukti kuat bahwa Lucas ikut membantu pelarian Eddy Sindoro ke luar negeri. Kini, KPK akan fokus mengejar Eddy di luar negeri setelah Lucas dijadikan tersangka dan sudah dicegah bepergian ke luar negeri.

"Terhadap ESI (Eddy Sindoro), kami mengimbau supaya kooperatif dengan proses hukum dan segera serahkan diri ke KPK," kata Saut.

Lucas dijerat menggunakan pasal 21 UU Pemberantasan Korupsi jucto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Setelah Lucas, satu lagi yang patut ditunggu adalah jadwal pemeriksaan terhadap Dina Soraya. KPK menduga dua orang ini mengetahui atau pernah 'berhubungan' dengan Eddy selama masa pelariannya.

Eddy sendiri merupakan tersangka suap mantan panitera PN Jakpus, Edi Nasution. Penetapan tersangka Eddy merupakan pengembangan kasus sebelumnya yang telah menjerat Edi Nasution dan karyawan PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Aryanto Supeno. [rok]

Komentar

Embed Widget
x