Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 07:10 WIB

Percepat Bantuan Bencana, Cegah Penjarahan

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 1 Oktober 2018 | 11:18 WIB

Berita Terkait

Percepat Bantuan Bencana, Cegah Penjarahan
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala di Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) pekan lalu menyisakan sejumlah paradoksal. Selain banyaknya warga yang melakukan penjarahan di sejumlah toko ritel dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), penjarahan juga menimpa pihak yang melakukan aksi pemulihan di lokasi bencana.

Aksi penjarahan sejumlah warga di toko-toko ritel serta SPBU tersebar luas di media sosial yang dibagikan oleh warga internet. Dalam video yang beredar, masyarakat yang tertimpa gempa dan tsunami di Palu mengambil sejumlah barang yang tersedia.

Tampak dalam video yang bereda di dunia maya, sejumlah warga mengambil barang-barang-barang yang tersedia di dalam toko. Beberapa warga juga membuka paksa pintu toko kemudian masuk ke dalam dan mengambil sejumlah barang di dalam. Dalam video tersebut, tampak tidak ada pihak yang menjaga.

Di video lainnya tampak isi toko telah amburadul. Video yang memuat suara seorang perempuan itu mengeluhkan hilangnya barang-barang yang dimilikinya. Suara perempuan tersebut seperti pemilik toko tersebut. "Mak, ngabongkar pintu ka, ni orang, habis barang ambil orang. Astaghfirullah, kena musibah gini orang masih sempat ambil barang," keluh suara perempuan tersebut menahan tangis.

Selain video tersebut, melalui akun media sosial twitter pemilik akun @amrilnuryan membagi video dengan tulisan "Mohon pihak berwenang bs koordinasi menjaga keamanan sumbangan menuju Palu, yang menjarah sepertinya bukan area kena gempa.. karena rumah2 disekitar masih berdiri. Mohon yang punya kenalan ke polisi, bisa melaporkan ini".

Dalam video tersebut tampak mobil pick up yang mengangkut barang dengan ditutupi terpal tampak dikejar sejumlah warga dan mengambil barang yang tertutup terpal tersebut. "Obat-obat itu, jangan. Kami juga butuh, untuk Telkom, kita bangun jaringan dulu," teriak pria yang terdengar dari mobil perekam video tersebut.

Di bagian lain, pria tersebut juga berteriak mencegah warga yang mengambil tenda yang berada di mobil pick depan mobil penumpang tersebut. "Tenda kerja jangan diambil pak, buat hidupkan jaringan, buat hidupkan Telkomsel," cegah pria tersebut. Warga yang dicegah tersebut juga menepis dengan mengatakan "kita korban juga, kita menderita semua ini," ujar warga yang mengaku korban gempa itu.

Sebelumnya, dalam tayangan salah satu televisi swasta, tampak Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan agar toko-toko ritel dibuka dan dijaga serta dinventarisir warga mengambil barang apa saja nanti pemerintah yang akan membayarnya. "Pokoknya, toko-toko kelontong yang jual air minum, jual supermi ambil dulu saja termasuk bahan bakar," sebut Tjahjo saat berada di Palu

Pernyataan tersebut belakangan diluruskan pemerintah. Mendagri Tjahjo Kumolo menyebutkan saat dirinya meninjau korban bencana yang sedang dirawat, dirinya meminta kepada Pemda untuk memfasilitasi membeli makanan dan minuman di toko. "Dibeli dulu dan saya minta pengawalan dari Satpol PP dan Polri kemudian bagikan makanan tersebut," ujar Tjahjo.

Terkait video yang berisikan warga mengambil makanan di sebuah toko, Tjahjo mengaku melihat peristiwa tersebut. Ia menampik bila dalam rekaman video tersebut merupakan aksi penjarahan. Kejadian tersebut berlangsung di Bandara SIS al-Jufri, Palu. "Ada toko di bandara yang rusak akibat gempa. Makanan dan minuman berhamburan, kemudian diambil masyarakat. Jadi bukan penjarahan," tepis mantan Sekjen PDIP ini

Video yang tersebar luas di berbagai platform media sosial ini semestinya menjadi bahan penting bagi pemerintah tentang kenyataan yang terjadi di lapangan. Aksi penjarahan yang dilakukan warga tentu tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun. Namun di sisi lain, aksi tersebut juga tidak terlepas dari kondisi yang serba darurat.

Koordinasi pemerintah pusat dan daerah serta pelibatan masyarakat sipil dengan dukungan penuh aparat TNI/Polri dapat menjadi jalan keluar untuk mempercepat masuknya bantuan kemanusiaan kepada warga korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Komentar

Embed Widget
x