Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 02:45 WIB

Jokowi Ingatkan Mahasiwa PERSIS Jaga Aset Bangsa

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 25 September 2018 | 16:29 WIB

Berita Terkait

Jokowi Ingatkan Mahasiwa PERSIS Jaga Aset Bangsa
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Muktamar ke-9 Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA-PERSIS) di Pondok Pesantren Persis Usman bin Affan, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (25/9/2018).

Dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan bahwa aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, kerukunan dan persaudaraan. Ia pun menyampaikan bahwa negara-negara lain mengagumi kehidupan sehari-hari yang ada di tanah air.

"Kita ini dilihat, negara-negara lain melihat kita. Dalam Konferensi Islam Wasatiyyah yang digagas oleh ulama-ulama kita, ulama-ulama besar dari negara lain datang ke sini, datang di Bogor. Mereka mengapresiasi kehidupan sehari-hari kita," kata Jokowi.

Di antara ulama-ulama besar dunia tersebut, lanjut Jokowi, Grand Syeikh Al Azhar menyampaikan kekagumannya kepada Indonesia yang meskipun berbeda-beda tetapi masih bisa menjaga harmoni, kerukunan, dan persaudaraan.

Tidak hanya itu, ia juga mengatakan rasa kagum itu datang dari Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. "Dr. Ashraf Ghani menyampaikan kepada saya. Beliau menyampaikan kekagumannya setelah saya menyampaikan Indonesia ini memiliki 714 suku tapi bisa hidup rukun alhamdulillah sampai saat ini, dan kita berharap insyaallah sampai akhir zaman," ujarnya.

Kekaguman Presiden Ashraf Ghani itu, lanjut mantan Gubernur DKI ini, terlebih karena di Afghanistan ada tujuh suku, di mana dua suku berkonflik, dan tidak pernah berakhir selama 40 tahun.

"Bahkan Ibu Rula Ghani, istrinya Presiden Ashraf Ghani menyampaikan kepada saya 'Presiden Jokowi, dalam konflik dalam perang yang paling dirugikan adalah dua: anak-anak dan wanita'," lanjutnya.

Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini Kepala Negara kembali mengajak semua pihak untuk terus merawat dan menjaga persatuan, persaudaraan, kerukunan agar kita terus bisa membangun dan menyejahterakan rakyat.

"Jangan korbankan persatuan dan persaudaraan kita gara-gara pesta demokrasi itu. Rugi besar bangsa ini. Inilah yang perlu saya ingatkan bahwa sinergi, harmoni, di antara kita sesama anak bangsa, sangat-sangat diperlukan bagi kita menghadapi persaingan, menghadapi kompetisi antarnegara," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x