Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 02:40 WIB

Aturan Rujukan Pasien BPJS Dinilai Perlu Kajian

Selasa, 25 September 2018 | 13:08 WIB

Berita Terkait

Aturan Rujukan Pasien BPJS Dinilai Perlu Kajian
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Keputusan kontroversial BPJS melalui Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan yang diputuskan aturannya baru-baru ini belakangan membuat resah publik.

Melalui Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 4 tahun 2018, rujukan berjenjang saat ini hanya berdasarkan kebutuhan medis dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Hal itu menjadikan pasien harus datang ke tipe rumah sakit tipe D terlebih dahulu untuk menerima pelayanan kesehatan. Menyikapi peraturan kontroversial itu, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Korwil Kota Surabaya meminta agar peraturan yang baru diberlakukan itu dikaji ulang.

"Meski dari 60 RS di Surabaya sudah 48 yang bekerja sama dengan BPJS, tapi sebarannya tidak merata. Sehingga, tidak sesuai dengan jarak yang harus ditempuh oleh pasien," ujar Herminiati selaku Koordinator Persi Korwil Kota Surabaya, Selasa (25/9/2018).

Ia menambahkan pengkajian perlu dilakukan karena belum lagi jika pasien membutuhkan pengobatan lanjutan, tentunya ini akan mempersulit dan menyengsarakan pasien. Rekam medis dari pasien, menurut Herminiati turut menjadi masalah tersendiri.

"Pasien yang sudah berobat lama di suatu RS harus memulai lagi dari awal perawatannya. Ini karena RS baru itu tidak tahu riwayat penyakit dari pasien. Ini kan menyengsarakan. Belum lagi pasien yang kontrol post operasi," ujarnya.

Di sisi lain, menurut Direktur RSIA Putri itu, peraturan yang diberlakukan ini juga menyalahi UU no 36 tahun 2018. "Pada UU itu, setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan. Setiap orang juga mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau," tuturnya. [berita jatim]

Komentar

Embed Widget
x