Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 September 2018 | 23:03 WIB

Sempat Batal, BEM PTAI Tinjau Kembali Aksi di DPR

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 14 September 2018 | 20:52 WIB

Berita Terkait

Sempat Batal, BEM PTAI Tinjau Kembali Aksi di DPR
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Aksi demo mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) ditunda. Rencananya ratusan mahasiswa dari PTAI akan mengelar aksi di depan Gedung DPR hari ini.

Presidium Nasional BEM PTAI Jakarta, Nica Ranu Andika mengatakan, aksi yang sedianya digelar hari ini untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla selama empat tahun ini.

Beberapa hal yang menjadi sorotan empat tahun masa pemerintahan Jokowi-JK adalah terkait dengan nilai tukar rupiah yang melonjak dan memasuki angka Rp15 ribu per dolar Amerika.

Ada juga peningkatan harga BBM yang subsidinya dicabut sehingga pada akhirnya berdampak pada harga kebutuhan bahan pokok. Isu lain yang terkait adalah impor besar-besaran dan pengandalan hutang luar negeri yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK.

"Kenaikan harga BBM, Dolar tak terbendung yang berimbas naiknya bahan pokok, hal inilah yang pada akhirnya mengakibatkan beberapa organisasi kemahasiswaan termasuk sebagian kecil anggota BEM PTAI melakukan aksi terhadap kebijakan pemerintahan saat ini," kata Nica, Jumat (14/9/2018).

Akan tetapi, kata Nica, karena banyak dinamika dan simpang siur bahkan membajak nama BEM PTAI, menyebabkan desakan dari internal untuk melakukan tinjauan kembali mengenai permasalahan bangsa ini.

"Tinjauan kembali akan dilaksanakan pada agenda Rapat Pimpinan Nasional di Jakarta. Mencoba untuk meninjau ulang apa sebenarnya yang terjadi di dalam internal kepemerintahan Jokowi-JK," ujar Nica.

Maka dari itu, lanjut Nica menegaskan BEM PTAI Se-Indonesia menyatakan tidak ikut serta dan tidak bertanggung jawab dalam aksi apapun termasuk aksi Demo pada hari ini di Gedung DPR. Termasuk organisasi-organisasi yang mengatasnamakan BEM PTAI.

"Jika ada organisasi maupun oknum yang mencatut nama BEM PTAI itu wajar karena ketika ada putusan yang bergerak itu akan menyulut solidaritas dan daya kritis wilayah lain karena kita tahu betul jumlah kampus agama Islam yang fantastis mencapai 1.200 dan kami satu-satunya forum yang mempersatukan ide gagasan dan garis perjuangan kampus Islam swasta dan negri yang telah lama berdiri," kata Nica yang juga mewakili Presnas BEM PTAI se-Indonesia.

Nica juga mengatakan batalnya aksi yang akan digelar di DPR tadi karena banyaknya pencatutan nama anggota BEM PTAI dalam melakukan aksi tersebut.

"Masyarakat harus tahu karena sudah mulai banyak pencatutan dalam melakukan aksi dan kita harus tahu siapa yang bergerak di lapangan dan siapa yang bertanggung jawab," jelas Nica. [ton]

Komentar

x