Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 07:00 WIB

Nonton Karnaval, Siswi SD Dicabuli Tetangga

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 14 September 2018 | 21:06 WIB

Berita Terkait

Nonton Karnaval, Siswi SD Dicabuli Tetangga
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Malang - Kariadi (42) dan istrinya warga Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang menduga anak gadisnya yang masih duduk di bangku SD menjadi korban perkosaan. Mereka pun meminta Polisi segera menangkap pelaku.

Kariadi menceritakan anaknya berusia 12 tahun dan duduk di kelas VI Sekolah Dasar. Kejadian dugaan tindak pidana asusila itu diduga dilakukan seorang pria berinisial S.

Menurut Kariadi, dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang pada Rabu (22/8/2018). Namun sampai hari ini, polisi belum juga melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Saya sudah melaporkan kejadian itu ke Polres Malang, anak saya juga sudah divisum.Tetapi kenapa pelakunya justru belum ditangkap," kata Kariadi, Jumat (14/9/2018).

Kejadian asusila yang menimpa anak gadisnya, terjadi pada Selasa 7 Agustus 2018 lalu. Saat itu, anaknya menyaksikan latihan karnaval di depan rumah tetangganya bernama Pak Gito.

Anak gadis Kariadi saat itu bersama Dinda, temanya seorang pelajar SLTP. Tiba-tiba pelaku menyeret Ina ke kamar.

"Kejadian ini sebenarnya cukup lama. Tetapi baru diketahui hari Rabu (22/8/2018) lalu. Pelaku saat itu minta agar anak saya tidak memberi tahu kepada siapapun. Tapi anak saya cerita ke Bibinya jika telah diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku berinisial S, pelaku ini masih tetangga saya sendiri mas," papar Kariadi.

Setelah didesak, pelaku sempat mengakui perbuatanya di hadapan Ketua RT 59, Dusun Mulyosari, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

"Saya tetap tidak terima, saya mohon dan mohon sangat, pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai aturan Undang-Undang yang berlaku," harapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda mengatakan, masih akan mengecek lebih lanjut. "Nanti kita cek dulu, dari Gedangan ya, karena laporan di UPPA memang banyak. Kita cek dulu," kata Adrian. [beritajatim]

Komentar

x