Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 September 2018 | 22:58 WIB

KPK Telisik Jual-Beli Rumah Elit Di Kawasan Kemang

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 14 September 2018 | 18:45 WIB

Berita Terkait

KPK Telisik Jual-Beli Rumah Elit Di Kawasan Kemang
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri aset-aset berbau korupsi milik PT Tuah Sejati (TS), perusahaan yang jadi tersangka koorporasi.

Hari ini, Teuku Rafly Pasya, mantan suami artis Tamara Bleszynki diperiksa penyidik untuk mengetahui jual-beli rumah dikawasan Kemang Jakarta Selatan.

"Kami menduga aset tersebut sebelumnya telah dibeli oleh PT TS yang jadi tersangka dalam kasus ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Namun, Febri tak merinci berapa harga serta lokasi persis rumah yang diduga dibeli dengan uang korupsi tersebut.

"Masih dalam pendalaman penyidik," tegasnya.

KPK sebelumnya menjerat dua korporasi, PT Nindya Karya cabang Sabang dan PT Tuah Sejati sebagai tersangka. Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas sabangyang dibiayai APBN TA 2006-2011.

Kedua korporasi itu diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan melalui tersangka Heru Sulaksono yang merupakan kepala PT NK cabang Sumatera Utara dan Aceh sekaligus merangkap kuasa Nindya Sejati Joint Corporation. Heru diduga menyalahgunakan kewenangan untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi dalam pembiayaan proyek tersebut.

Nilai proyek mencapai angka sekitar Rp793 miliar. Dengan prediksi kerugian yang dialami negara mencapai nilai Rp313 miliar.

Keuntungan yang didapat dua perusahaan itu mencapai Rp94.58 miliar. Dengan rincian PT Nindya Karya mendapat Rp44,68 miliar dan PT Tuah Sejati mendapat Rp49,9 miliar. [hpy]

Komentar

x