Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 01:31 WIB

Dituding Dukung Khilafah, Prabowo: Geli Bagi Saya

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 13 September 2018 | 18:23 WIB

Berita Terkait

Dituding Dukung Khilafah, Prabowo: Geli Bagi Saya
Bakal calon Presiden Prabowo Subianto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bakal calon Presiden Prabowo Subianto menanggapi hangat soal tudingan miring yang diakuinya belakangan muncul soal mendukung khilafah.

"Ya ada juga pertanyaan Prabowo ini katanya Prabowo ini mendukung, akan mengubah Pancasila menjadi sistem khilafah. Ya saya kira ini sesuatu yang sebetulnya geli bagi saya," katanya usai menemui keluarga Alm presiden ke-4 Abdurrahman Wahid di Jalan A Munawaroh II, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).

"Mentertawakan tapi temen-temen mengatakan kok ini di bawah khawatir? Saya kira kalau lihat riwayat hidup saya, dari muda saya prajurit TNI, sumpahnya adalah membela tanah air berdasarkan pancasila dan UUD 1945," sambungnya.

Ia mengaku sudah berkali-kali mempertaruhkan nyawa untuk Pancasila dan NKRI. Jadi tidak mungkin ia akan keluar dari sistem Pancasila dan NKRI.

"Yang saya inginkan adalah menegakkan Pancasila dan UUD1945 secara murni dan konsekuen. Jadi bukan Pancasila dan UUD 1945 dipakai sebagai mantra, tapi dijalankan," ujarnya.

Menurutnya jika Pancasila dan UUD 1945 dijalankan dengan benar, ekonimi Indonesia akan kuat dan baik. Terkait masalah khilafah, Prabowo mengaku itu adalah propaganda yang picik tapi berbahaya karena rakyat bisa a terpengaruh.

"Saya melanjutkan perjuangan pengabdian saya setelah keluar dari tentara di parpol yaitu Gerindra. Di Gerindra anda bisa cek AD/ART semua asasnya adalah pancasila. Kemudian kita punya sumpah kader. Di Gerindra itu bukan janji atau ikrar, sumpah kader. Dan sumpah kader itu bahwa setiap kader Gerindra bersumpah untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945," paparnya.

"Jadi saya makanya cocok dengan gus dur, pemikirannya karena komitmen beliau humanisme beliau. Saya baru dari makam beliau, di makamnya di tulis dalam empat bahasa. Bahasa Arab, Indonesia, Inggris dan Mandarin. Dan artinya adalah 'here lies a humanist' jadi itu atas permintaan beliau ya rupanya," sambungnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x