Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 22:55 WIB

Dua Sejoli Akui Edarkan Sabu-sabu

Kamis, 13 September 2018 | 13:14 WIB

Berita Terkait

Dua Sejoli Akui Edarkan Sabu-sabu
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Surabaya - Dua sejoli yang menjadi pesakitan dalam kasus peredaran narkotika ini mengakui perbuatannya dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan saksi Havid Kurniawan anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan saat melakukan pengkapan terhadap terdakwa David Sanjaya Poerno (26) dan Priska Agustine Chandra Gunawan (24).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Timur Pradopo, saksi Havid menjelaskan bahwa penangkapan itu terjadi pada 21 Mei 2018 sekitar pukul 21.30 Wib di Hotel Tunjungan Surabaya.

"Saya bersama tim, mendapat informasi dari masyarakat adanya peredaran di hotel Tunjungan Surabaya,"ucapnya di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (13/9/2018)

Lebih lanjut saksi Havid menerangkan, setelah melakukan penangkapan terhadap terdakwa David yang sedang duduk di loby hotel Tunjungan Surabaya.

Dan ditemukan barang bukti delapan butir pil extacy dari pengakuan David pil tersebut didapat dari terdakwa Priska dengan cara membeli seharga 420 ribu perbutirnya.

"Setelah dilakukan penggeledahan kami temukan BB pil extacy. Dari pengakuan David BB itu didapat dari Priska,"terangnya.

Usia mendengarkan keterangan saksi, hakim Timur mempertanyakan kepada kedua terdakwa terkait kebenaran keterangan saksi. "Iya benar pak hakim,"ucap kedua terdakwa.

Sidangpun ditutup dan kembali digelar pada minggu depan dengan agenda keterangan terdakwa.

Untuk diketaui, kasus ini berawal saat anggota kepolisian Satresnarkoba Polrestabes mendapat informasi dari masyarakat adanya penyalahguna narkotika di Hote Tunjungan Surabaya.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pengintaianpetugas berhasil penangkapan kedua terdakwa yang saat itu sedang berada di dalam mobil depan Hotel Tunjungan jalan Basuki Rachmad Surabaya.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 1,17 gram pil inex dan 5 butir ekstacy. Dari pengakuan terdakwa David mengaku mendapat dari terdakwa Priska dengan cara membeli seharga Rp 420,000;/butir, dan pembayarannya bisa dilakukan dengan cara kasbon.

Atas perbuatannya kedua terdakwa didakwa Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x