Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 22:53 WIB

Kini Giliran Mahasiswa di Lampung Bergerak

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 13 September 2018 | 09:37 WIB

Berita Terkait

Kini Giliran Mahasiswa di Lampung Bergerak
(Foto: Twitter)

INILAHCOM, Jakarta - Mahasiswa di sebagian daerah Sumatra sudah mulai bergerak turun ke jalan menyuarakan situasi dan kondisi bangsa saat ini, mulai dari Riau dan kini bergeser ke Lampung.

Akun twitter Opposite6890 @opposite6890 mengunggah video gerakan mahasiswa Universitas Lampung yang turun ke jalan, tentu mengkritisi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS.

Video itu diunggah pada Rabu (12/9/2018) malam, namun dikutip INILAHCOM pada Kamis (13/9/2018). Munculnya video tersebut, menimbulkan berbagai polemik juga bagi kalangan netizen.

"Sepi dari pemberitaan media mainstream, karena media mainstream sudah dikuasai rezim. Adalah tugas kita untuk viralkan di sosial media. Kabarkan mahasiswa lain!! Sudah saatnya bangkit!!," tulis akun Opposite6890 yang dikutip INILAHCOM pada Kamis (13/9/2018).

Dalam video itu, mahasiswa yang berorasi menyampaikan bahwa saat ini Indonesia dalam keadaan darurat. Sehingga, sudah saatnya lagi semua tidak terninabobokan dalam zona nyaman.

Berikut cuplikan isi orasi mahasiswa Lampung bergerak atas melemahnya rupiah:

Indonesia dalam keadaan darurat, bukan saatnya lagi kita ada pada zona nyaman. Saatnya kita bergerak, ekonomi kita sedang tidak berdaulat, politik kita tidak sedang berdaulat, karakter dan budaya kita telah hancur.

Maka, pada hari ini mahasiswa Lampung mengajak kepada seluruh mahasiswa se-Indonesia. Mari kita bergerak, kita turun ke Istana Merdeka. Kita sampaikan bahwa Indonesia harus konsisten merdeka.

Dari situ, muncul komentar netizen termasuk Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon turut mengapresiasi gerakan mahasiswa tersebut.

"Mahasiswa punya tugas sejarah. Sebagai kaum intelektual bicaralah kebenaran, suarakanlah kenyataan apa adanya. Hidup mahasiswa!," kata Fadli melalui akunnya @fadlizon.

Selain itu, Edgar Maulana @edgarmaulana11 menilai aneh dengan gerakan mahasiswa tersebut. Padahal, kekuatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga sebagai calon petahana ada di daerah pedesaan.

"Rame ya di media para pendukungnya, mulai dari tagar ganti presiden dan lain-lain itu semua terjadi di perkotaan. Tapi semua tidak menyadari ya bahwa kekuatan Jokowi yang sesungguhnya ada di pedesaan yang tidak terpengaruh politik karena kami orang-orang desa merasakan hidup penuh optimis karena Jokowi," katanya.

Kemudian, Rosyad @Rosyad67268278 pun menyindir komentar tersebut. Bahkan, Rosyad merasa kasihan dengan masyarakat yang kurang melek informasi.

"Kasihan jika orang desanya seperti anda. Kurang informasi. Orang desa sekarang ini juga sangat maju dan melek informasi," ujarnya.

Selanjutnya, Abdul Hasim @abdulhasim16 tidak terima aksi gerakan mahasiswa dikaitkan dengan tagar ganti presiden.

"Janganlah kau hubungkan gerakan mahasiswa dengan tagar politik bung, itu merendahkan gerakan mahasiswa," tandasnya. [rok]


Komentar

Embed Widget
x