Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 September 2018 | 23:02 WIB

Kerja Berat Erick Thohir Menangkan Jokowi

Oleh : R Ferdian Andi R | Jumat, 7 September 2018 | 20:17 WIB

Berita Terkait

Kerja Berat Erick Thohir Menangkan Jokowi
(Foto: inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin resmi menunjuk Erick Tohir sebagai Ketua Tim Sukses pemenangan Pilpres 2019 mendatang. Sementara, pasangan Prabowo-Sandi disebut-sebut menunjuk mantan Panglima TNI Djoko Santoso sebagai Ketua Tim Sukses. Apa efek politik Ketua Timses bagi pemenangan capres-cawapres?

Erick Tohir, pengusaha muda yang namanya belakangan moncer imbas pelaksanaan Asian Games pertengahan Agustus lalu dimana Erick sebagai Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organization Committee (Inasgoc), akhirnya secara definitif dipilih sebagai Ketua Tim Sukses pasangan capres Jokowi-Ma'ruf Amin. Sepak terjang Erick Thohir di dunia profesional menjadi salah satu alasan pasangan Jokowi-JK memiliki pengusaha muda ini.

Menurut Jokowi, jejak rekam dan reputasi Erick Thohir di dunia profesional termasuk kepemilikannya terhadap klub sepak bola profesional di luar negeri. Jokowi menyebut, Erick selalu sukses dalam memimpin setiap perusahaan dan gelaran yang dipimpin. "Yang jelas, setiap hal yang dia pimpin, itu selalu mendapatkan kesuksesan," ujar Jokowi di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018).

Nama Erick Thohir disebut-sebut sebagai Ketua Tim Suskes pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin telah mencuat sejak lama, persisnya usai gelaran Asian Games 2018. Nama Erick Thohir dinilai tepat merepresentasikan pemilih pemula yang banyak berasal dari generasi milenial. Pilihan terhadap Erick Thohir ini dimaksudkan untuk memperkuat citra diri pasangan ini agar dinilai dekat dan merepresentasikan generasi ini.

Pertanyaannya, apakah efektif memilih figur Ketua Tim Sukses dari kalangan muda dengan maksud menarik pemilih muda? Tentu pilihan ini perlu diuji di lapangan. Setidaknya, Pemilu 2014 dapat menjadi rujukan soal pengaruh Ketua Tim Sukses.

Simak saja Ketua Tim Sukses di pasangan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014 lalu. Tjahjo Kumolo, kala itu, ditunjuk sebagai Ketua Tim Sukses Jokowi-JK. Latar belakang Tjahjo sebagai Sekjen PDI Perjuangan kala itu, tentu memberi warna gerak tim sukses. Namun, dalam praktiknya, sentuhan komunikasi Jokowi dengan pemilih Islam, justru ditopang oleh PKB. Kelompok pemilih ini, kala itu dinilai lemah dikuasai Jokowi. Efeknya, Jokowi menang di kantong pemilih muslim yang berlatar belakang nahdliyin.

Begitu juga Ketua Tim Sukses pasangan Prabowo-Hatta. Kala itu, Mahfud MD didapuk sebagai Ketua Tim Sukses. Mahfud yang berlatarbelakang NU diharapkan mampu menarik suara pemilih dari NU, khususnya di Jawa Timur. Namun, nyatanya pasangan ini keok di kandang NU. Bahkan, selisih suara Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta sebesar 1,4 juta pemilih.

Pelajaran penting Pilpres 2014 lalu semestinya dapat menjadi pelajaran bagi pasangan capres-cawapres dalam memilih Ketua Tim Sukses pasangan capres-cawapres. Pilpres tak lebih merupakan kontestasi individu para kandidat. Posisi Ketua Tim Sukses dan timnya tak lebih aktor di belakang layar yang berperan sebagai event organizer (pelaksana acara).

Langkah Jokowi-Ma'ruf Amin memilih Erick Thohir dengan pertimbangan untuk meraih suara dari ceruk pemilih milenial merupakan tindakan yang tak banyak memberi makna signifikan bagi pasangan ini. Karena Pilpres tak lebih merupakan kontestasi para kandidat bukan tim sukses. Jika ingin meraih suara milineal, mestinya menghadirkan program yang dekat dengan milineal, serta yang terpenting menggandeng kandidat yang memang identik dan dekat dengan milineal.

Komentar

x