Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 16:32 WIB

Polri Larang Peredaran Uang Mainan

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 5 September 2018 | 19:40 WIB
Polri Larang Peredaran Uang Mainan
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Belakangan ramai di media sosial pedagang hingga pengemudi ojek online tertipu uang mainan anak-anak. Polri menyatakan, peredaran uang mainan menyerupai uang asli itu dilarang.

"Itu dilarang dan berbahaya itu. Kan ada (peraturan) mengedarkan dan itu termasuk uang palsu loh," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Rabu (5/9/2018).

Setyo menegaskan, uang tersebut dilarang peredarannya sekalipun terdapat tulisan uang mainan. Apalagi bentuk, ukuran, warna, dan gambarnya sama seperti uang asli.

"Itu kan sama saja mengelabui orang," jelas Setyo.

Jenderal bintang dua itu mengaku belum tahu apakah sudah warga yang melapor ke polisi akibat tertipu uang mainan tersebut. Namun yang pasti, Polri melarang peredarannya.

"Ya nanti saya cek. Tapi yang jelas itu dilarang. Itu kan alat tukar yang sah, kita tidak boleh main-main dengan alat tukar yang sah. Kita nyetak (sendiri) saja nggak boleh," tegas Setyo.

Sebelumnya, banyak beredar di media sosial terkait penipuan menggunakan uang mainan. Mirisnya, rata-rata korban merupakan pedagang tua yang kurang teliti memeriksa uang yang diberikan pembelinya. Apalagi uang mainan tersebut dilipat, sehingga sekilas tak ada bedanya dengan uang asli.

Seperti yang diunggah akun Instagram @inibalikpapanbosku, terlihat bapak tua penjual buah keliling diduga ditipu pembelinya dengan dua lembar uang mainan pecahan Rp 10.000.

Akun @wiracaraka juga membagikan info pedagang tertipu uang mainan. Kali ini seorang penjual bakso tak menyadari bahwa uang pecahan Rp 50.000 yang ia terima ternyata mainan. Apalagi uang mainan tersebut diduga dibayarkan dalam kondisi terlipat.

Hal serupa juga dialami pengemudi ojek online. Akun Instagram@arie_jho mengunggah pengalaman pribadinya dibayar costumer menggunakan uang mainan pecahan Rp 20.000. Dia baru sadar setelah costumer yang diantarkan pergi. [ton]

Komentar

Embed Widget
x