Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 11 Desember 2018 | 08:43 WIB

Ini yang Diminta KPK Kalau Mau Eni Jadi JC

Oleh : Ivan Sethyadi | Rabu, 5 September 2018 | 10:41 WIB

Berita Terkait

Ini yang Diminta KPK Kalau Mau Eni Jadi JC
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum menerima pengajuan resmi Justice Collaborator (JC) dari tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih.

"Memang ada rencana itu tapi saya sudah cek ke penyidik secara formil belum ada pengajuan diri sebagai justice collaborator," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (5/9/2018).

KPK kata Febri, sifatnya hanya menunggu Eni dan kuasa hukumnya mengajukan diri secara resmi sebagai JC. "Silakan nanti kalau ingin mengajukan diri sebagai JC itu bagus untuk tersangka dan juga akan lebih bagus untuk penanganan kasus," ungkapnya.

Febri menekankan, Eni harus sungguh-sungguh jika ingin menjadi JC bagi KPK."Jadi bukan setengah hati jadi semuanya diungkap apa yang di lakukan diakui agar kasus ini bisa berkembang pada pelaku-pelaku lain yang lebih besar," tandasnya.

Eni sudah menyatakan rencananya untuk mengajukan justice collaborator. Hal itu pun dibenarkan oleh kuasa hukum Eni Saragih, Fadli Nasution. Menurut dia, politikus Golkar itu telah mengakui kesalahannya dan telah mengembalikan uang yang diterima dari Johannes B. Kotjo.

Eni Maulani Saragih, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ditangkap KPK karena terlibat suap menyuap dengan pengusaha Johannes Kotjo.

Eni diduga telah menerima suap Rp4,8 miliar dari Johannes untuk mengatur Blackgold Natural Resources Limited masuk dalam konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I. Sementara Idrus Marham dijanjikan hadiah oleh Johannes sebanyak USD1,5 juta. Idrus akhirnya jadi tersangka selanjutnya dalam kasus ini. [rok]

Komentar

Embed Widget
x