Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 16:33 WIB

Mundur Sebelum Jadi Tersangka, Idrus Redam Konflik

Oleh : Ivan Setyadhi | Sabtu, 25 Agustus 2018 | 21:00 WIB

Berita Terkait

Mundur Sebelum Jadi Tersangka, Idrus Redam Konflik
(Foto: Inilahcom/Agus Irawan)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai, keputusan Idrus Marham mundur dari semua jabatan politis sebelum jadi tersangka sudah tepat.

Idrus seakan melepas semua jabatan mulai dari Menteri Sosial sampai kepengurusan Golkar untuk menghindari gejolak.

"Saya kira itu langkah yang taktis ya. Kalau dia ditetapkan sebagai tersangka saat masih berstatus menteri, efek negatifnya lebih kuat. Jadi itu lebih halus," kata Arya di Jakarta, Sabtu (25/8/2018).

"Kalau sekarang di internal relatif tidak ada gejolak, karena pemilu sudah dekat, kader harus bertahan," sambungnya menggambarkan kondisi di Golkar.

Berbeda dengan saat Setya Novanto berkasus di KPK."Kalau Setya Novanto, dari sisi penanganan krisisnya terlalu panjang, sehingga dramanya panjang, publik sentimennya negatif terhadap Golkar," tandasnya.

Untuk diketahui, penetapan tersangka Idrus karena diduga terlibat dalam proyek pembangunan PLTU Riau 1. Dia diduga bersama telah dijanjikan uang senilai USD 1,5 juta oleh Johannes Budisutrisno Kotjo jika memuluskan proyek tersebut.

Idrus disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) atau Pasal 56 ke-2 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Komentar

x