Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 04:53 WIB

Kemarau, Sumber Air di Malang Mengucur Deras

Sabtu, 25 Agustus 2018 | 14:11 WIB
Kemarau, Sumber Air di Malang Mengucur Deras
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Malang - Kemarau cukup panjang tampaknya akan terjadi di tahun 2018 ini. Namun, sejumlah desa di Kabupaten Malang justru tetap berlimpah air bersih.

Salah satunya adalah sumber mata air yang keluar dari dalam perut bumi di Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Desa Dilem ini berada 20 kilometer ke arah Selatan Kota Malang. Dilem berada di jantung Ibukota Kabupaten Malang di Kepanjen. Ada banyak sumber air bersih yang cukup melimpah di tempat ini.

Kades Dilem, Suhadi Rofiq, Sabtu (25/8/2018) siang menjelaskan, khusus Desa Dilem terdapat sumber mata air bersih yang banyak. "Kalau jumlahnya mungkin ratusan sumber. Banyak, meski kemarau sumber air di desa kami tetap melimpah. Ini yang terus kita syukuri bersama warga," ungkap Rofiq.

Sumber Juwit dan Sumber Wuni berada cukup jauh masuk ke dalam ladang-ladang milik warga. Meski tidak terlalu tinggi, kontur tanah di sekitar sumber adalah batu kali yang cukup keras.

Di Sumber Juwit salah satunya, air bersih keluar dari celah-celah bebatuan padas. Mengalir turun sedalam 200 meter di bawahnya hingga menuju bilik atau semacam kolam yang disulap warga seperti kamar mandi umum.

"Sumber Juwit tak pernah kering. Air terus memancar walau kemarau sekali pun. Warga membuatkan semacam kolam kecil. Kegunaannya selain mengairi ladang di bawah, juga untuk mandi dan minum," tutur Rofiq.

Di aliran Sumber Juwit, warga juga membuat kincir atau semacam pembangkit kecil. Dari kincir itu, warga menambahkan lilitan kawat tembaga kuning. Sehingga, proses aliran listrik untuk menerangi kawasan sumber, berasal dari debit air Sumber Juwit itu sendiri.

Sumber kedua adalah Sumber Wuni. Ada banyak titik-titik air yang muncul dari celah batu dengan jumlah debit air bersih sangat melimpah. Satu titik bahkan berupa umbulan, atau mata air yang langsung muncul dari dalam perut bumi dengan cara menggelumbung tanpa henti.

"Yang paling sering dikunjungi orang adalah Sumber Wuni. Katanya sih airnya berkhasiat. Pada malam-malam tertentu banyak pelaku spiritual berendam di Sumber Wuni," kata Rofiq.

Lokasi Sumber Wuni jika dilihat dari atas jalan desa tidak tampak. Hal itu dikarenakan posisinya berada di bawah tebing batu dan rimbunnya pohon bambu. Ada kolam besar di sekitar sumber. Dinamakan Sumber Wuni karena tepat di atas sumber umbulan, terdapat pohon wuni yang usianya sudah mencapai ratusan tahun.

Sekitar 400 meter hingga satu kilometer dari Sumber Wuni, akan didapati banyak sumber-sumber air yang mengalir sangat jernih. Warga pun memanfaatkan melimpahnya air bersih itu untuk sektor pertanian, perkebunan hingga perikanan dan kolam pancing bagi masyarakat umum. [beritajatim]

Komentar

x