Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 01:30 WIB

Hasto Sebut Megawati Lahirkan Pemimpin Merakyat

Oleh : Agus Irawan | Jumat, 17 Agustus 2018 | 11:42 WIB

Berita Terkait

Hasto Sebut Megawati Lahirkan Pemimpin Merakyat
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dalam pidato HUT RI Ke-73 mengingatkan pesan Presiden RI ke 1 Soekarno bahwa bangsa Indonesiaharus berani meletakan nasib dan ditangan bangsa sendiri.

"Hari ini, kita kembali diingatkan oleh apa yang disampaikan Bung Karno. Proklamator dan bapak bangsa kita sebelum membacakan teks proklamasi di 17 Agustus Tahun 1945, untuk berani meletakan nasib bangsa tanah air di tangan kita sendiri. Sebab hanya bangsa yang berani meletakan nasib dan ditangan kita sendiri berdiri diatas kaki kita sendiri," kata Hasto di upacara ke DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/8/2018).

Hasto mengungkapkan semangat bangsa pejuang, dimana bangsa yang seharusnya tidak akan menyerah dengan bangsa lain.

"Pada awal kemerdekaan kita telah melahirkan gagasan besar tentang masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Tentang kepeloporan Indonesia untuk mendorong perjuangkan kemerdekaan abadi bagi segala bangsa," ucapnya.

Hasto menyebutkan bangsa Indonesia telah mewarisi pemikiran dari Bung Karno tentang Indonesia Raya, tentang Indonesia merdeka, tentang trisakti. " Tentang ekonomi pendidikan dan kebudayaan nasional kita, tetang baggimana indonesia membangun sebuah tatanan dunia baru berdasarkan pancasila," ungkapnya.

Menurut dia, semua pemikiran itu dedikasi bung Karno bagi bangsa dan negara. Hasilnya pada tahun 55, Indonesia menjadi bangsa pelopor bangsa pemimpin di antara bangsa Asia Afrika.

"Pada priode itu kita begitu aktif mewarnai dinamika politik dunia bedasarkan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Itulah kepeloporan Indonesia dan itulah sumbangsih indonesia kepada dunia," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Hasto menyampaikan salam dari Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang tidak bisa hadir dalam upacara tersebut. Namun megawati mengingatkan pelaksanaan uapara oleh kader harus dilakukan dengan semangat nasionalisme.

"Kita adalah partai rakyat partai pelopor, partai yang megang obor penerang bagi pergerakan rakyat itu sendiri," imbuhnya.

Selain itu, Hasto mengungkapkan jika tahun 2014 lalu Ketum PDI Perjuangan Megawati sudah mengingatkan sejumlah kondisi dan masalah bangsa yang dihadapi. Setidaknya ketika awal Jokowi memimpin dimana saat itu memiliki tiga persoalan utama.

"Persoalan pertama melunturknya kemartabatan dan kehormatan bangsa,kedua melemahnya sendi ekonomi nasional dimana pak Jokowi mewarisi fiskal APBN kita mengalami defisit didalam aspek fundamental termasuk keseimbangan primer. Devisit neraca dan juga devisit di dalam APBN kita, kita juga menghadapi persoalan intoleransi bangsa dan krisis kebangsaan," tuturnya.

Ditengah problem itu sejarah mencatat ditangan dingin Megawati mampu melahirkan kepemimpinan baru, pemimpin yang tumbuh dari bawah dan digembleng dari bawah dan pemimpin itu adalah Jokowi Presiden yang merakyat.

"Beliau adalah pemimpin bangsa itu sendiri, beliau menjawab persoalan tita bangsa itu dengan trisakti. Trisakti menjadi jawaban dan menjadi pembuatan dari Pancasila yang dibawah kempimpinan NKRI menjadi halaman depan kita yang dibangun dengan baik, sehingga mereka bangga dengan jatid diri kita sebagai bangsa Indonesia merdeka," pungkasnya.[jat]

Komentar

Embed Widget
x